Prabowo Turun ke Jalan Ramaikan Kampanye Jokowi

Prabowo Turun ke Jalan Ramaikan Kampanye Jokowi.

Jakarta Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut memeriahkan kampanye pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta, Jokowi-Ahok. Prabowo bersama sekitar lima puluh pemain marching band corps drum band Gerindra berjalan menunju Senayan.

Dari pantauan detikcom di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/7/2012), Prabowo mengenakan baju berwarna putih dan celana panjang berwarna putih. Sementara itu pemain marching band mengenakan seragam berwarna merah bertuliskan Gerindra.

Bersama rombongan tersebut, sekitar sepuluh orang pendukung Jokowi yang mengenakan baju kaos dengan lengan kotak-kotak. Selain itu tampak terlihat pendukung Jokowi membawa bendera kotak-kotak dengan bertuliskan nomor urut 3.

Selama perjalanan menuju Senayan, sontak para warga yang sedang beraktifitas di sekitar jalan yang dilalui rombongan, meminta foto bersama dengan Prabowo Subianto. Prabowo bersama anggota marching band berjalan dari depan Hotel Mandarin, mengelilingi Bundaran HI, dan menuju Senayan.

Akibat kampanye tersebut arus lalu lintas di sepanjang jalan Husni Thamrin terjadi kepadatan khususnya pada lajur TransJakarta menjadi tersendat. Namun arus seiring berjalan rombongan marching band corps Gerindra, jalur TransJ mulai berangsur normal, tidak terjadi penumpukan bus TransJ di lajur menuju senayan.

Prabowo Lantik Fauzi Bahar Ketua IPSI Sumbar

Prabowo Lantik Fauzi Bahar Ketua IPSI Sumbar


Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Letjen (Purn) Prabowo Subianto, melantik secara resmi Walikota Padang Fauzi Bahar sebagai Ketua Umum IPSI Provinsi Sumatera Barat periode Tahun 2012 – 2016, di GOR Universitas Negeri Padang, Sabtu (30/6).

Ditandai dengan pembacaan ikrar IPSI, pelantikan berlangsung sangat meriah dan dinilai luar biasa, karena selama ini di tanah air belum pernah pelantikan kepengurusan IPSI se meriah itu.

Pelantikan itu dihadiri tidak kurang 7.500 para pendekar dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, serta para pelajar dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Juga terlihat hadir Ketua DPRD Prov. Sumbar, PB IPSI, para pengurus silat, bupati/walikota, dan para anggota Muspida, serta Kepala SKPD. Disemarakkan dengan penampilan atraksi silat.

Menurut Prabowo Subianto, dunia silat memberikan arti tersendiri bagi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Karena dengan silat akan terbentuk masyarakat yang berkarakter, seperti terampil, cerdas, cekatan, berakhlaq mulia, berbudi luhur, beriman dan mampu memberikan yang terbaik bagi dirinya, bangsa dan negara.

Silat juga mampu mambangkik batang tarandam. Artinya, berbagai keterpurukan yang dialami bangsa saat ini bisa diangkat kembali. Karena silat adalah sebuah cerminan budaya bangsa yang bernilai tinggi. Dengan budayalah barangkali kini semuanya diatasi.

Ketua Umum IPSI Sumbar Fauzi Bahar bertekad akan mengembangkan pencak silat yang selama ini seakan- akan mati suri. Untuk itu, berbagai komponen terkait akan difungsikan kembali sesuai bidangnya, seperti tuo-tuo randai diharapkan kembali melaksanakan latihan secara kontinu di seluruh sasaran randai yang di Sumbar. “Saya bersama kepengurusan akan menggairahkan kembali dunia persilatan,” ujar Fauzi Bahar.

Program utamanya, akan membangun “Rumah Silat”. Tanahnya sudah tersedia dari donator seluas 2,5 hektar. “Rumah Silat” nanti akan dijadikan sebagai tempat pengembangan dunia silat, yang saat ini memiliki 169 aliran
silat di Sumbar. Prabowo menyambut positif dan antusias dan akan membantunya.

Prabowo Kembali Pimpin IPSI

Jakarta – Prabowo Subianto secara aklamasi kembali dipilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk periode ketiga secara beruntun dalam musyawarah nasional yang berakhir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (22/2).

Terpilihnya kembali mantan Pangkonstrad itu sudah diperkirakan jauh-jauh hari sebelumnya karena tidak ada satu pun nama calon lain yang diusung oleh 33 Pengurus Daerah IPSI dan 16 perguruan yang mempunyai hak suara pada munas tersebut.

“Memimpin olahraga bela diri seperti silat ini benar-benar membutuhkan pengorbanan karena ketuanya harus bisa mencari uang, apalagi sekarang tidak ada anggaran dari pemerintah, kecuali untuk menghadapi SEA Games,” kata Prabowo, mengomentari terpilihnya dirinya.

Dalam kepemimpinan lima tahun mendatang, Prabowo mengakui, pencak silat Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat, tidak hanya mempertahankan dominasi di SEA Games yang sempat direbut oleh Vietnam, tapi juga untuk membawa olahraga beladiri tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Asian Games.

Pada SEA Games 2013 mendatang yang akan berlangsung di Myanmar, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa tuan rumah akan mempertandingkan pencak silat karena cabang tersebut sudah mapan untuk kawasan Asia Tenggara. “Saya yakin pencak silat akan tetap dipertandingkan di Myanmar karena olahraga ini sudah dikenal luas di Asia Tenggara meski tuan rumah Myanmar tidak punya tradisi di cabang silat,” katanya.

Tantangan lain yang tidak kalah berat, menurut mantan komandan Kopassus itu, yakni mengembangkan kompetisi pencak silat agar lebih profesional dan semakin digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. “Saya beberapa waktu lalu berkunjung ke Jepang dan ternyata banyak profesor di negara tersebut dengan bangga menyatakan bahwa mereka adalah atlet karate. Saya juga ingin agar warga Indonesia dengan bangga menyatakan bahwa mereka adalah pesilat jika bertemu dengan orang asing,” katanya menambahkan.

Selain dipercaya sebagai Ketua Umum PB IPSI, Prabowo saat ini juga menjabat sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antara-Bangsa (Persilat) dengan jumlah anggota lebih dari 40 negara.

Munculnya Vietnam sebagai kekuatan utama pencak silat dunia, menurut Prabowo, bakal menjadi beban bagi Indonesia untuk mempertahankan dominasi dan di satu sisi sebenarnya sebuah perkembangan yang menggembirakan karena silat ternyata juga digemari diluar empat negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei.

Tantangan yang harus dihadapi Indonesia pada 2012 adalah mempertahankan gelar juara umum pada kejuaraan dunia yang akan berlangsung November mendatang di Chiang Mai, Thailand. “Kejuaraan dunia tersebut sebenarnya hanyalah sasaran antara karena target yang lebih penting adalah mempertahankan dominasi sebagai juara umum di SEA Games 2013 mendatang di Myanmar,” kata Sekretaris Umum PB IPSI (demisioner) Erizal Chaniago.

Prabowo Siap Maju Lagi Jadi Ketum

JAKARTA (Suara Karya): Letjen (Purn) Prabowo Subianto siap untuk kembali memimpin Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti ketiga pada 2012-2015 jika memang dikendaki oleh para anggota pada musyawarah nasional (munas) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 22-23 Februari mendatang.

“Pak Prabowo siap untuk dipilih kembali pada munas nanti. Bukan beliau yang mengajukan diri, tetapi siap dipilih jika peserta munas menghendakinya,” kata Erizal Chaniago, Sekretaris Umum PB IPSI, di Jakarta, kemarin.

Menurut Erizal, yang dekat dengan mantan Pangkostrad itu, sampai sejauh ini baru nama Prabowo yang disebut-sebut untuk dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum PB IPSI. “Sah sah saja kalau ada calon lain asal menenuhi minimal sepuluh suara, tetapi sejauh ini saya belum mendapat laporan ada calon lain yang mengajukan diri,” kata Erizal, yang akrab disapa Ical itu.

Salah satu dukungan berasal dari Aceh melalui Ketua Umum Pengda IPSI Aceh Sayed Fuad yang menegaskan bahwa Prabowo layak untuk kembali memimpin IPSI selama empat tahun kedepan karena telah berjasa mengangkat kembali prestasi pencak silat nasional yang sempat terpuruk dan kalah bersaing dengan Vietnam.

Munas tersebut akan diikuti oleh 49 peserta yang mempunyai hak suara, yaitu 33 yang berasal dari Pengurus Daerah (Pengda) serta 16 dari perguruan di seluruh Tanah Air.

Salah satu agenda yang mendesak untuk segera diputuskan menurut Erizal adalah adanya aturan bahwa ketua umum hanya boleh maksimal dua kali karena aturan seperti itu sangat sulit untuk diterapkan di daerah.

“Di daerah sangat sulit untuk mencari tokoh yang mau mengabdi sebagai Ketua Umum Pengda IPSI. Banyak daerah yang menyampaikan keluhan karena mereka kesulitan mencari pengganti ketua umum yang masa jabatan mereka sudah selesai,” katanya.

Erizal menepis anggapan bahwa ajang Munas tersebut akan digunakan oleh Prabowo yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu untuk menggalang kekuatan menghadapi Pemilu pada 2014 mendatang.

“Sama sekali tidak ada instruksi yang bersifat politis kepada para peserta munas. Meski ada sebagian dari mereka yang memang kader dari Gerindra, namun tak sedikit juga dari Partai Golkar, Demokrat, dan PDIP,” kata Erizal. “Di IPSI daerah kan banyak kader dari berbagai partai,” ucapnya. (Syamsudin W)

Pencak Silat Targetkan Sepuluh Emas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo Subianto menuturkan, dalam perhelatan SEA Games 2011 ini, PB IPSI menargetkan bisa meraih gelar juara umum.

Pada sambutannya di acara pembukaan pertandingan Pencak Silat di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2011), Prabowo mengaku bahwa ia yakin Pencak Silat mempu menyumbangkan minimal sepuluh medali emas,

“Sebagai tuan rumah, saya kira tidak ada pilihan lain kita harus juara umum, apalagi di negara sendiri, sebagai olah raga budaya Indonesia, pencak silat harus menjadi yang terbaik,” katanya.

Menurut mantan Danjen Kopasus itu, para Atlet sudah siap untuk bertanding, setelah menjalani latihan baik di dalam dan di luar negri.

“Melihat pengalaman di SEA Games Laos, kita berharap agar pada SEA Games 2011 giliran merah putih yang berjaya,” tambahnya.

Para Atlet telah ditempa selama lebih dari satu tahun, dan mereka telah menjalani pemusatan latihan di Shanghai China selama 3 bulan. Setibanya di China, mereka langsung mengikuti training camp di Secapa TNI AD, Bandung, Jawa Barat.

“Sebelumnya mereka juga telah menjalani uji coba mengikuti kejuaraan dunia di Jakarta, Singapura Open dan Belgia Open,” tutur Prabowo.

Pada SEA Games kali ini, PB IPSI menampilkan 24 pesilat yang akan turun pada 18 kelas. Kategori tanding putra sebanyak tujuh kelas, kategori putri sebanyak lima kelas, serta kategori tunggal, ganda dan regu sebanyak enam kelas.

Seluruh negara partisipan SEA Games juga menurunkan atletnya di cabang pencak Silat, kecuali Kamboja.