Fadli-Zon--SBY-Minta-Menteri-Fokus-Urus-Negara,-Ia-Malah-Sibuk-Urus-Partai

Fadli Zon: SBY Minta Menteri Fokus Urus Negara, Ia Malah Sibuk Urus Partai

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA–Wakil Ketua GERINDRA, Fadli Zon angkat suara atas tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambilalih kendali Partai Demokrat. Padahal, selama ini SBY menyerukan agar para bawahannya yakni nenteri lebih fokus bekerja daripada sibuk mengurusi partai.

Menuruf Fadli Zon, pernyataan SBY itu sangat bertolak belakang dengan teladan yang disuguhkannya pasca SBY mengambil-alih kendali Partai Demokrat, Jumat (8/2/2013) malam.
“Pernyataan SBY ini kontradiksi dengan apa yang pernah disampaikannya sendiri yaitu agar menteri fokus kerja di bidang masing-masing. Presiden juga pernah menyampaikan banyak instruksinya tak jalan. Sementara waktu berjalan terus. Kini justru Presiden ingkari kata-katanya sendiri agar para menteri fokus. Menteri yang berasal dari partai akhirnya sibuk dengan urusan partai,” ungkap Fadli Zon kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Sabtu (9/2/2013).

Fadli Zon, menyayangkan putusan SBY yang mengambil komando partai. Hal itu berarti SBY sebagai Presiden akan kini lebih banyak mengurusi partai. Akibatnya, urusan pemerintahan dan rakyat bisa terabaikan.
“Terlebih lagi, ada campur aduk posisi presiden sebagai presiden maupun sebagai Ketua Pembina Partai. Rakyat bingung. Di zaman Pak Harto saja tak pernah sekalipun urusan Presiden pidato bicara soal parpolnya,” tegas Fadli.

Selain itu, menurut dia, pidato Presiden soal KPK agar memperjelas kasus Anas, merupakan bentuk intervensi politik terhadap hukum.
“Sekali lagi kita saksikan hukum menjadi subordinasi politik. Biarlah KPK bekerja sesuai bidangnya. Selama masih di jalan yang benar, jangan diintervensi,” menurutnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau | Editor: Yulis Sulistyawan

Sumber: tribunnews.com

Fadli Zon: Pers Pilar Penjaga Demokrasi Indonesia

Fadli Zon: Pers Pilar Penjaga Demokrasi Indonesia

RMOL. Peran pers makin penting di tengah demokrasi yang tengah tumbuh. Tak sekedar media komunikasi, pers juga telah menjelma menjadi pilar penjaga demokrasi Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon beberapa saat lalu (9/2) dalam menanggapi Hari Pers Nasional yang jatuh tepat pada hari ini, 9 Februari.

Dinamika pers Indonesia, lanjutnya, terus mengalami perubahan yang signifikan. Pers berperan sebelum dan sejak awal kemerdekaan. Pers menurutnya adalah alat perjuangan.

“Sekedar contoh, foto wartawan Frans Mendur yang mengabadikan peristiwa Proklamasi, salah satu bukti jasa pers bagi kemerdekaan,” ujar Sekjen DPN HKTI tersebut.

Dikatakannya, pers sejak era reformasi, posisinya makin kuat. Pers pun kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari demokrasi dan telah menjadi pilar keempatnya, yang bekerja di luar sistem politik.

Peran ini harus diperkuat melalui demokrasi media. Pers harus lebih mampu mengontrol segala tindakan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) yang dilakukan para penguasa. Pers harus memperkuat peran sebagai penyuara kepentingan publik dibanding kepentingan segelintir elit yang tengah berkuasa. Kasus korupsi banyak terbongkar karena peran pers. Inilah makna kebebasan pers dan demokrasi media.

Pers Indonesia berperan juga memajukan dan mengawal kepentingan nasional. Sebab, di tengah demokrasi yang makin liberal bahkan kriminal ini, pers dengan berbagai perangkatnya mampu mengawal perjalanan bangsa.

Masih lanjut Fadli Zon, meski berada di luar sistem pemerintahan, pers nasional punya daya pengaruh sangat besar. Apalagi di era multimedia seperti sekarang, pers semakin mudah dijangkau dan cepat diakses. Disini letak tanggung jawab pers nasional untuk mewujudkan kehidupan berdemokrasi yang sehat, kuat, dan mapan.

“Partai Gerindra melihat pers sebagai mitra perjuangan yang sangat penting. Partai Gerindra mengucapkan selamat Hari Pers Nasional, semoga pers Indonesia terus maju dan berkembang,” demikian Fadli Zon.[ian]

Sumber: rmol.co

Gerindra-Targetkan-Raih-30-Kursi-DPRD-DKI

Gerindra Targetkan Raih 30 Kursi DPRD DKI

Mengaku sudah punya strategi-strategi tertentu.

Jakarta – Meski Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD masih cukup lama, namun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI telah menargetkan meraih maksimal 30 kursi pada pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada 9 April 2014.

Ketua Umum DPD Gerindra DKI M Taufik optimistis Partai Gerindra akan menang dalam pemilihan umum legislatif pada tahun 2014. “Saya mau Gerindra menang total di Jakarta. Sehingga Ketua DPRD bisa dijabat oleh Gerindra. Maka, pembahasan APBD DKI pasti akan terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Taufik di tengah-tengah acara HUT ke-5 Gerindra di Panti Asuhan Nusa Dua, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).

Keoptimistisan Taufik juga berlandas pada sebuah hasil survei yang menyatakan Partai Gerindra menduduki posisi tiga besar, padahal umurnya baru 5 tahun bila dibandingkan dengan partai-partai besar lainnyam

Untuk mewujudkan target tersebut, lanjutnya, paling tidak Gerindra harus meraih minimal 20 kursi hingga maksimal 30 kursi dari 10 daerah pemilihan (dapil). Atau meraih 29 persen dari total kuota kursi DPRD DKI yang diperebutkan sebanyak 106 kursi.

“Optimislah pasti kami bisa dapatkan itu. Karena kami sudah punya strategi untuk memenangkan pemilu legislatif,” ujarnya.

Strategi yang dimaksud adalah, Gerindra sudah punya modal dasar, yaitu infrastruktur organisasi yang telah terbangun dengan baik. Kemudian beberapa partai kompetitor saat ini sedang diterpa masalah yang cukup berat

“Ada partai kompetitor yang sakit keras, ada yang sedang sakit, ada yang pingsan. Jadi kami tidak takut. Menurut saya, peluang menang itu ada pada kita. Tidak hanya itu, respon masyarakat pada Gerindra juga cukup tinggi,” tuturnya.

Taufik menegaskan semua kader Partai Gerindra dan masyarakat umum diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) yang mewakili partai berlambang kepala Garuda ini. Pendaftaran sudah dibuka sejak Januari lalu hingga 28 Februari. Hingga saat ini sudah ada 500 orang yang mendaftarkan diri menjadi caleg. Diperkirakan, jumlah tersebut akan terus bertambah hingga 1.000 orang.

Nantinya, DPD Gerindra DKI akan melakukan verifikasi faktual terhadap seluruh formulir pendaftaran tersebut. Sebab dalam formulir tersebut, bakal caleg ini harus menyertakan 1.500 tanda tangan dan KTP dari orang-orang yang mendukungnya.

“Paling tidak selama 1 bulan kita lakukan verifikasi faktual. Kita akan lakukan pada Maret ini. Karena pada bulan April, daftar caleg sementara harus sudah diserahkan kepada KPU,” tuturnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD

Sumber: beritasatu.com

Fadli-Zon-Target-Pemerintah-Swasembada-Daging-2014-Tinggal-Mimpi

Fadli Zon: Target Pemerintah Swasembada Daging 2014 Tinggal Mimpi

Foto: Andi Nur Hamdi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fadli Zon, Sekretaris Jenderal DPN HKTI kurang yakin target pemerintah mewujudkan swasembada daging 2014 akan tercapai.

Apalagi kata dia bila melihat, kebijakan perdagangan kita terlalu bebas. Sehingga malas mewujudkan swasembada.
karenanya, target pemerintah swasembada daging 2014 akhirnya tinggal mimpi. “Kini kita jadi tergantung pasokan asing, dan tidak berpikir strategis ke depan,” tegas dia, kepada Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Menurut Fadli, solusi yang tepat ialah membenahi mekanisme distribusi dan percepat produksi swasembada.

Dia tegaskan, percepatan produksi bisa dengan inseminasi buatan, perbaikaan kualitas pakan dan pengadaan sapi betina bibit dari pemerintah.

“Pasokan daging kita banyak, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, dan NTT. Namun distribusinya tak dikawal secara baik,” jelas dia lebih lanjut.

Pun demikian, perbaiki transportasi sapi dari sentra produksi oleh BUMN (PT KAI, Pelni dan Angkutan Darat BUMN). Meningkatkan kualitas prasarana transportasi adalah hal strategis yang harus segera dilakukan pemerintah.

Jangan gegabah membuka keran impor lagi. Jika terpaksa impor, harus tepat. Impor sapi hanya boleh di luar sentra produksi dan kuota impor sapi di berikan kepada feedloters yang mampu membibitkan sapi.

Penulis: Srihandriatmo Malau | Editor: Johnson Simanjuntak

Sumber: tribunnews.com

Prabowo-Kalau-Bukan-Kita,-Siapa-Lagi

Prabowo: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi

“Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi.”
— Prabowo Subianto

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika merayakan ulang tahun ke-5 Partai Gerindra, Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto mengatakan, Gerindra siap menghadapi Pemilu 2014.

“Pak Prabowo menyatakan, Gerindra bukan tempat bagi koruptor,” kata Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, Rabu (6/2/2013).

Fadli juga menyampaikan kesiapan Gerindra menghadapi Pemilu 2014. “Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” kata Fadli Zon mengulangi ucapan Prabowo dalam perayaan HUT Gerindra.

Fadli Zon mengatakan, Partai Gerindra berupaya membentuk wajah demokrasi Indonesia. Hingga saat ini kader-kader Partai Gerindra masih on the right track, tidak ada yang tersangkut kasus korupsi. Hal ini bukan hal yang mudah, di tengah desain politik yang liberal.

Ia mengatakan, Partai Gerindra berusaha untuk mempertahankan karakter, misalnya dengan melarang anggota legislatifnya jalan-jalan ke luar negeri berkedok studi banding. “Gerindra adalah satu-satunya partai yang melarang,” kata Fadli Zon.

Partai Gerindra aktif pula mendorong proses hukum skandal korupsi besar dan menjaga agar harga pangan tetap terjangkau oleh rakyat. Tujuannya adalah untuk membela kepentingan nasional.

Editor :Robert Adhi Ksp

Sumber: kompas.com