Gerindra Bantah Hambat Pengesahan Tim Pengawas

Gerindra Bantah Hambat Pengesahan Tim Pengawas

Jakarta – Fraksi Gerindra membantah pihaknya memperlambat proses pengesahan Tim Pengawas Century. Keterlambatan penyetoran nama hanya soal miskomunikasi saja. “Kami tidak menghambat,” terang sekretaris Fraksi Gerindra Edhy Prabowo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/4/2010). Dikatakan Edhy, dirinya sebagai sekretaris fraksi memang sudah membaca surat imbauan pimpinan DPR agar fraksi menyetor nama sebelum tanggal 21 April. Namun lantaran baru pulang dari kunjungan kerja ke Libya, belum sempat untuk membalas surat itu.

“Ini soal miskomunikasi sekretariat saja kok,” imbuh mantan pengawal Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ini. Edhy juga membantah isu yang menyebutkan keterlambatan menyetor nama yang akan duduk di Tim Pengawas, karena belum ada kesepakatan tentang nama yang akan dikirim. Mengingat Gerindra hanya kebagian 1 kursi saja. “Kami 27 Orang nggak ada masalah. Siapapun sudah disepakati Pak (Ahmad) Muzani,” katanya. Edhy menjanjikan segera mengirim nama Muzani hari ini juga. Menurutnya Gerindra mendukung penuh pembentukan Tim Pengawas Century.

Sebelumnya Ketua DPR mengatakan pengesahan Tim Pengawas tertunda lantaran ada 2 fraksi yang belum menyetor nama. “Penundaan karena keterlambatan fraksi-fraksi. Sampai pagi tadi, yang belum mengirimkan dua fraksi yakni Fraksi Gerindra dan Fraksi Hanura,” kata Ketua DPR Marzuki Alie dalam konfrensi pers.

Beberapa Kali Prabowo Bertemu SBY

Fadli Zon: Beberapa Kali Prabowo Bertemu SBY

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fadli Zon mengakui bahwa ada pertemuan antara Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Fadli, saat dikonfirmasi khusus oleh Persda Network, Rabu (17/2/2010) mengaku bahwa pertemuan keduanya atas dasar sudah berteman sejak lama.

“Mereka kan berdua sudah lama berteman. Jadi, kalau ada pertemuan ya tidak masalah,” ungkapnya. Fadli kemudian membantah bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden SBY terkait sikap Fraksi Gerindra di DPR menyangkut kesimpulan terkait kasus Bank Century. “Tidak ada pembicaraan itu. Sikap kami tentunya sama dengan apa yang sudah disampaikan. Kami tentu menyikapi kasus ini didasari atas hasil investigasi dan fakta-fakta yang terungkap. Kalaupun ada arahan (dari Prabowo), tentunya meminta agar sikap didasari fakta yang terungkap,” Fadli menjelaskan.

Fadli juga membantah saat ditanya mengenai isu yang berembus bahwa Gerindra mendapat tawaran posisi menteri. “Kalau kami mau (posisi menteri), kenapa tidak dari dulu saja. Dan yang jelas, sampai saat ini belum ada tawaran itu,” ucap Fadli. Mereka kan berdua sudah lama berteman. Jadi, kalau ada pertemuan, ya tidak masalah.

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden SBY dikabarkan sudah dilakukan beberapa kali. Namun, Fadli mengaku tidak mengetahui persis kapan terakhir pertemuan itu dilakukan. Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra yang juga anggota Pansus Angket Kasus Bank Century DPR, Ahmad Muzani, mengungkapkan secara diplomatis mengenai adanya lobi yang dilakukan. Namun, Ahmad Muzani tidak menjelaskan, siapa yang melakukan pertemuan lobi yang dilakukan pada minggu lalu itu.

“Yang jelas, pertemuan memang sudah dilakukan beberapa kali. Persisnya saya lupa kapan. Pertemuan pun hanya komunikasi biasa, tidak ada deal apa pun. Pertemuan membicarakan soal nasib bangsa,” ungkap Fadli Zon. Beberapa waktu lalu, salah seorang Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Agnita Singedikane membantah adanya tawaran menteri. Agnita menegaskan, sikap resmi partainya sesuai amanat hasil kongres di Bali sebelumnya, yaitu menyatakan oposisi terhadap pemerintah.

“Nah, keputusan nantinya pada kongres partai yang akan dilaksanakan di Bali juga (bulan April). Apa sikap resmi partai ke depan, sampai saat ini kami tetap oposisi. Kalau ada yang mau jadi menteri, maka silakan keluar dari partai,” kata Agnita.

Hadapi Pemilu 2014, Gerindra Konsolidasi Sampai 2012

Jakarta – Partai Gerindra akan lebih banyak melakukan konsolidasi internal selama tahun 2010 hingga 2012. Selama 3 tahun tersebut Gerindra akan meningkatkan kesiapan kader menghadapi Pemilu 2014. “2010, 2011, 2012 tahun konsolidasi, 2013 mulai, 2014 harus tampil,” ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di acara HUT ke-2 Gerindra di DPP Gerindra, Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2010).

Prabowo menambahkan rakyat kecil tidak bisa berbuat banyak. Kader Gerindra yang harus memimpin dan menggerakan rakyat kecil. “Sekarang tugas kita membangun partai. Rakyat yang terlalu miskin tidak berdaya, harus ada yang menggerakan dan memimpin,” tegasnya.

Prabowo juga meminta agar seluruh kader tidak mencari jabatan dalam berpartai. “Dari pada yang hanya cari jabatan, lebih baik orang muda yang mencintai rakyat,” terangnya. Sebagai langkah awal, pada tanggal 27 Februari 2010 di Hambalang, Bogor. Partai Gerindra akan mengadakan pemantapan bagi para kadernya.

Sakit, Prabowo Sulit Tersenyum

Sakit, Prabowo Sulit Tersenyum

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak banyak tersenyum dalam HUT kedua Gerindra. Bukan lantaran dia galak atau lagi marah. Justru Prabowo baru jatuh sakit. “Karena gangguan kesehatan, senyum saya terbatas. Mungkin 2 bulan lagi saya baru bisa senyum lagi,” ujar Prabowo di sela-sela HUT ke-2 Gerindra di Kantor DPP Gerindra, Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2010).

Walau mengaku belum sembuh benar, Prabowo sudah kelihatan sehat. Mantan Danjen Kopassus ini berpidato dengan lancar selama hampir setengah jam. Prabowo pun tampak menikmati hidangan dan menikmati suguhan musik yang dibawakan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi. Namun saat hendak diwawancarai, beberapa satgas Partai Gerindra berusaha mencegah wartawan mendekati Prabowo. “Tolong ya, jangan wawancara dulu. Bapak masih sakit,” ujar petugas keamanan yang berpakaian safari warna coklat muda tersebut.

Ultah ke-2 Partai Gerindra Dirayakan Sederhana

Ultah ke-2 Partai Gerindra Dirayakan Sederhana

Jakarta – Partai Gerindra merayakan hari jadinya yang ke-2. Tidak ada perayaan mewah yang digelar partai berlambang kepala burung garuda ini. Hanya acara potong tumpeng di markas mereka. “Kita merasa tidak pantas merayakan ulang tahun secara mewah di tengah rakyat yang prihatin,” ujar Ketua DPP Gerindra Asrian Mirza kepada detikcom, Sabtu (6/2/2010) pagi.

Asrian menjelaskan acara hari ini akan digelar di Kantor DPP Gerindra, Jl Brawijaya, Jakarta Selatan. Direncanakan seluruh fungsionaris Partai Gerindra akan hadir siang ini. “Ketua Dewan Pembina, Prabowo Subianto juga akan hadir,” terangnya. Dalam acara HUT ini, Gerindra juga mengucap syukur atas pencapaian selama 2 tahun ini. “Kita partai baru, tapi Alhamdulillah sudah punya 26 kursi di DPR. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.