Gerindra: Jokowi-Ahok Masih “di Jalurnya”

Gerindra-Jokowi-Ahok-Masih-di-Jalurnya

Jakarta, GATRAnews – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menilai, kinerja Jokowi-Ahok (Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama) pada 100 hari masa kepemimpinan mereka masih berada di jalurnya (on the track).

“Seratus (100) hari masa pemerintahan Jokowi-Ahok yang jatuh pada hari ini, masih di rel yang benar,” nilai Wakil Ketua Umum Dewan Pertimbangan Pusat (Waketum DPP) Partai Gerindra, Fadli Zon, di Jakarta, Selasa (22/1). Gerindra merupakan pengusung wagub Ahok, pada pemilukada DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masa 100 hari bukan waktu yang cukup untuk menilai keberhasilan seorang pemimpin, namun kita baru bisa mengukur bagaimana kualitas komitmen keduanya sebagai pemimpin atas program yang dicanangkannya pada masa kampanye.

Sebagai partai yang ikut mengusung Jokowi-Ahok, imbuh Fadli, Gerindra menilai kinerja keduanya baik sekali. Sejak 15 Oktober dilantik, pasangan ini sudah menunjukkan kinerja cepat, tanggap, dan tahu prioritas.

Buktinya, beberapa kebijakan, baik makro maupun mikro telah diputuskan. Pada bulan Oktober misalnya, pasangan ini telah mendistriuskan Kartu Jakarta Sehat dan Jakarta Pintar sudah. Selain itu, kebijakan pasangan ini telah menaikkan upah buruh menjadi Rp 2,2 juta.

Sedangkan terkait banjir yang merendam Jakarta beberapa hari kemarin, sebetulnya Jokowi-Ahok sudah mulai mengantisipasi sejak November 2012, yakni dengan melakukan pengerukan sungai dan normalisasi kali, serta menjajaki deep tunnel atau terowongan multifungsi.

“Terkait banjir baru-baru ini, tak bisa serta merta menyalahkan Jokowi-Ahok. Banjir ini adalah bencana,” dalihnya.

Adapun di bidang transportasi publik, akan ada penambahan 1.000 armada Transjakarta, meneruskan konsesi pembuatan monorail, dan menyetujui pembangunan MRT. Selain itu, Jokowi-Ahok juga memproses pembangunan jalan tol yang sudah ditetapkan pada era Gubernur Fauzi Bowo.

Fadli menilai, kebijakan taktis lain yang ditetapkan pasangan ini, seperti membenahi internal birokrasi dan turun langsung ke masyarakat, merupakan upaya strategis. Hal itu dibutuhkan agar bisa merasakan langsung denyut masalah warga Jakarta.

“Semua kebijakan itu, tentu sangat sulit lahir dalam tempo 100 hari, tanpa komitmen kuat. Butuh keberanian untuk eksekusinya.

Jadi, secara keseluruhan, kinerja Jokowi-Ahok masih bagus. Tentu semua masalah tak bisa diselesaikan instan, butuh proses, dan dari proses ini kita lihat Jokowi-Ahok masih di rel yang benar,” pungkasnya. (IS)

Sumber: gatra.com