Gerindra Larang Legislatornya ke Luar Negeri

Seluruh anggota Fraksi Gerindra di parlemen untuk sementara waktu dilarang berpergian ke luar negeri. Termasuk bila mendapatkan penugasan atau undangan dari mitra kerja mereka dari luar negeri sekali pun. Larangan itu ditegaskan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subijanto, dalam Rapimnas Gerindra. Acara berlangsung di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta, Sabtu (29/10/2010).

“Menanggapi kontroversi kunjungan DPR ke luar negeri, saya menginstruksikan Fraksi Gerindra untuk tidak melaksanakan program ke luar negeri apapun sementara waktu. Walaupun ada programnya, itu tidak perlu diikuti,” tegasnya. Prabowo memerintahkan semua kader Gerindra di parlemen untuk melaksanakan perintahnya. Sebab rakyat tidak menyukai wakilnya melakukan pemborosan untuk kunjungan ke luar negeri.

“Setiap anggota partai harus tunduk kepada garis partai kita, semua harus setia kepada rakyat. Rakyat tidak suka wakilnya jalan-jalan ke luar negeri,” terang mantan Danjen Kopassus itu. Lebih dari itu Prabowo mengaku kaget mendengar total anggaran ke luar negeri DPR yang cukup fantastis. Menurutnya, seharusnya DPR memahami skala prioritas sebelum berkunjung ke luar negeri.

“Sebaiknya agar dihadirkan saja pakar ke dalam negeri,” sambungnya. Prabowo kemudian memperingatkan kepada kader yang nekat berangkat ke luar negeri akan terkena sanksi. Sanksinya adalah sanksi administratif yang cukup keras. “Kalau tidak tunduk, ada teguran pertama, kedua, lalu kita panggil ke majelis etik. Tapi biasanya disindir saja sudah mengerti,” tegas mantan menantu (alm.) Soeharto ini. Di dalam kesempatan ini Prabowo juga menegaskan kembali penolakan Gerindra terhadap rencana pembangunan kantor baru DPR. Menurut Prabowo, DPR seharusnya lebih banyak memikirkan kebijakan yang pro rakyat.