Gerindra Masuk Kabinet, Pendukung Prabowo Kabur Semua

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Politisi gaek yang kini menjabat sebagai salah satu anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi berharap Gerindra tak menempatkan kadernya, masuk dalam jajaran kabinet terkait rencana Presiden SBY yang akan melakukan evaluasi terhadap para menterinya. Permadi menjelaskan, sampai saat ini belum ada rapat apalagi adanya tawaran resmi yang disampaikan pihak Istana kepada partainya.

“Kalau sampai Gerindra, ada kadernya yang masuk kabinet, rugi. Pendukung Prabowo banyak yang lari. Makanya, lebih baik Gerindra oposisi saja terhadap pemerintah yang makin menurun popularitasnya ini,” kata Permadi kepada tribun, Sabtu (24/09/2011). Permadi mengaku, sudah memberikan saran secara langsung kepada Prabowo Subianto, lebih baik haed to head saja dengan pemerintahan ini. Apalagi, berdasar hasil survey yang makin menunjukkan penurunan popularitas pemerintahan SBY-Boediono, Permadi meyakini, pemerintahan ini akan ‘jatuh’ di tengah jalan, tak sampai 2014.

“Sampai saat ini, setahu saya tak ada tawaran apapun, mudah-mudahan saja tidak karena saya tak pernah diajak rapat. Saya juga bilang ke Prabowo, lebih baik Anda head to head saja dengan pemerintah. Beliau bilang, akan dirapatkan terlebih dahulu,” Permadi menjelaskan. Menurutnya, kalaupun ada reshuffle yang akan dilakukan, diyakini tak akan berdampak apapun bila Presiden SBY tak berani mencopot para menterinya yang bermasalah, dan diduga terkait dengan kasus hukum yang kini ditangani oleh KPK.

“Apalagi kalau sampai SBY batal melakukan reshuffle kabinet, makin melorot popularitasnya. Harusnya SBY belajar dari presiden-presiden sebelumnya, dari Soekarno sampai Gus Dur, turun dengan cara yang tidak baik. Hanya Megawati presiden yang tak dipaksa diturunkan, dia kalah terpilih lagi sebagai presiden secara demokratis,” Permadi menandaskan.