Gerindra-Mengapa-Pakta-Integritas-Demokrat-Baru-Sekarang

Gerindra: Mengapa Pakta Integritas Demokrat Baru Sekarang?

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat menilai Pakta Integritas yang diteken 33 Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat, tergolong telat. “Pakta Integritas SBY (Susilo Bambang Yudhoyono-Red) menarik, tapi kenapa baru sekarang?” kata Martin kepada Metrotvnews.com, Senin (11/2). Menurut Martin, setiap partai yang menghendaki kadernya berguna bagi rakyat pantas diapresiasi. Apalagi rakyat sudah makin kehilangan kepercayaan kepada partai. Tapi, kata dia, mengapa SBY tidak menyodorkan Pakta Integritas kepada kader sejak tiga tahun silam. “Akibat korupsi, baik menteri, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR, dan DPR daerah. Sehingga Pakta Integritas yang dibuat SBY sebenarnya baik kalau itu betul-betul dilaksanakan, bukan sekadar pencitraan,” kata anggota Komisi III DPR ini. Dia menambahkan, “Kalau Partai Demokrat membuatnya jauh-jauh hari, dengan posisinya sebagai partai terbesar yang memimpin pemerintahan dan koalisi partai-partai Sekretariat Gabungan yang menguasai 78% kursi di DPR, dapat dipastikan bahwa keadaan negara kita pasti jauh lebih baik.” Martin menjelaskan, apa yang dilakukan Demokrat sekarang sudah dilakukan Gerindra sejak 3 tahun silam. Setiap kader Gerindra yang ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi langsung dipecat. “Begitu seorang anggota DPR dan DPR daerah dari Gerindra, dilarang melakukan Kunjungan Kerja atau Studi Banding ke luar negeri dengan menggunakan uang negara. Mungkin ini sebabnya mengapa kader-kader Gerindra jarang terdengar tersangkut kasus korupsi,” tandasnya.(Andhini/Bas/Ich)

Sumber: metrotvnews.com