Harga Kuda Prabowo Rp 3 Miliar

JAKARTA, SRIPO — Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto mendaftarkan binatang peliharaan berjumlah 84 ekor kuda, yang membuat dia Cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,7 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan binatang peliharaan sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah. Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar, atau Mercedes-Benz terbaru, seri E300 sekitar Rp 1,3 miliar.

Sedangkan tiga kuda milik Prabowo mencapai harga Rp 3 miliar per ekor.
“Kuda itu harganya Rp 3 miliar per ekor. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda semahal itu. Bahkan, mungkin termahal di Asia,” ungkap Emon, karyawan Nusantara Polo Club saat ditemui Persda Network di Jagorawi Golf and Country Club (JGCC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5) petang.

Hari Rabu (20/5), tim KPK akan mendatangi kediaman tiga cawapres untuk mengklarifikasi kekayaannya. Ketiga cawapres ini adalah Prabowo Subianto, Wiranto dan Boediono. Khusus untuk Prabowo, karena dalam laporan kekayaannya mencantumkan kepemilikan kuda sebanyak 84 ekor, tim KPK juga akan bergerak mengecek kuda-kuda tersebut di peternakan Prabowo yang terletak di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor.

Kuda-kuda piaraan Prawobo sebagian besar ditempatkan di Nusantara Polo Club JGCC, Jalan Karanggan Raya, Cibinong, Jawa Barat. Kuda-kuda tersebut terdiri atas tiga jenis yaitu Poni, Polo, dan Equestrian.
Selain itu, Prabowo menyimpan tiga jenis kuda istimewa di kawasan vilanya di Bukit Hambalan, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat. Mengapa istimewa? Kuda itu adalah jenis unggulan yang disebut Lusiano.

Emon menjelaskan kuda Lusiano juga termasuk kuda kategori Equestrian. Binatang ini adalah binatang yang memiliki kemampuan akrobatik. Tidak hanya mampu seperti kuda pacuan yang dipakai berlomba dan menjadi alat bantu atlet yang berlari dan melompati halang rintang, seekor Lusiano bisa menunjukkan sikap sopan. Kuda jenis ini sering dipakai di arena sirkus.

“Dia bisa melakukan gaya hormat seekor kuda, duduk, dan gerakan akrobatik lainnya. Memerintahnya tidak sulit seperti jenis kuda lain,” kata Emon, pegawai bagian kemanan tersebut.

Untuk Lusiano, lanjut Emon, Prabowo memiliki sebuah kandang khusus yang dibuat di dekat villa di Bukit Hambalan. Ada juga tempat latihan yang berbentuk seperti auditorium. Lantai tempat latihan tersebut berupa pasir, sehingga lembut.
“Waktu beberapa hari sebelum Pemilu kemarin, Bapak (Prabowo) sempat memperlihatkan kebolehannya menunggang Lusiano dan ditayangkan salah satu televisi. Untuk kuda jenis ini memang biasanya ditunggangi di dalam ruang tertutup. Makanya ada tempat khusus. Kandangnya juga khusus,” papar Emon.
Selain ditunggang sendiri, kuda-kuda peliharaan Prabowo juga dapat menghasilkan uang. Hewan-hewan itu disewakan kepada orang umum yang ingin kursus menunggang kuda. Seorang wanita pegawai JGCC mengatakan, JGCC menyediakan jadwal latihan pagi dan sore, saban hari. Jam latihan pagi pukul 08.00 sampai 10.00, dan sore pukul 15.00 – 17.00.

Orang umum dapat menjadi member untuk latihan menunggang kuda. “Biaya sewa kuda dan pelatih Rp 500 ribu untuk durasi 45 menit,” kata pegawai, seorang perempuan. Yang dapat berlatih minimum usia 6 tahun.
Sebagai pembanding, di kawasan Sentul memang ada bebarapa arena latihan menunggang kuda. Selain milik Prabowo, juga ada Jakarta Perkumpulan Equestrian Centre (JPEC).
“Dulu Pak Prabowo dan adiknya Pak Hasyim juga sering memacu kuda di sini,” kata seorang resepsionis melalui telepon.

Emon mengatakan Prabowo sendiri diketahuinya sebagai seorang penyayang binatang. Tidak hanya kuda, ada juga beberapa binatang peliharaan lain yang berada di kawasan vila di Bukit Hambalang. Kambing, sapi, dan beberapa hewan ternak lainnya ada di kawasan vila yang menjadi tempat inggal Prabowo di saat tidak memiliki kegiatan cukup padat.

Sesekali Prabowo datang ke Nusantara Polo Club untuk menyalurkan hobinya berkuda. Seingat Emon, Prabowo setidaknya datang sebanyak empat kali dalam seminggu.

“Di sini (Nusantara Polo Club), Bapak ada dua kuda yang selalu ditungganginya. Kuda itu jenis Polo. Sambil berkuda, Bapak juga mukul bola polo. Setelah berkuda, ya Bapak pulang,” imbuh Emon. (Persda Network/amb/mun/rie)