HKTI Intensifkan Pelatihan

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengintensifkan pelatihan antisipasi perubahan iklim bagi petani. Pelatihan tersebut sangat penting sebagai bekal petani untuk menghindari gagal panen. Kegiatan serupa seharusnya juga dilakukan pemerintah.

Kita sudah mulai dengan pelatihan 75 peserta kader petani di Bogor.
– Prabowo Subianto

Hal itu disampaikan Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto, di sela-sela acara pelantikan Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI, di Gedung Manggala Wanabakti, Kamis (21/10/2010). “Kita sudah mulai dengan pelatihan 75 peserta kader petani di Bogor. Rencananya pelatihan tersebut akan terus dilanjutkan,” katanya.

Menurutnya, selain teknik bertanam dalam pelatihan petani juga diberi pemahaman soal hasil-hasil penelitian dari sejumlah instansi. Salah satunya adalah benih yang lebih tahan dengan air. “Ada banyak hasil penelitian yang mungkin bisa mengatasi perubahan iklim. Seharusnya informasi tersebut dibagikan ke petani,” katanya.

Perubahan iklim, lanjutnya telah berdampak buruk bagi pertanian. Pola musim tanam petani terganggu dan banyak sawah rusak sehingga hasil panennya tidak maksimal. Menyikapi situasi tersebut, HKTI bisa memaklumi jika pemerintah berencana untuk mengimpor sejumlah komoditas pertanian. Faktanya penyediaan pangan nasional terganggu akibat perubahan iklim. Jadi pilihan impor bisa dimaklumi,” ujarnya.