HKTI Usul Anggaran Pertanian 10 Persen

Denpasar (Bali Post) -Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan kenaikan anggaran untuk sektor pertanian dari satu persen menjadi 10 persen dalam APBN. “Kami telah mengusulkan kenaikan anggaran pertanian dalam APBN menjadi 10 persen kepada Komisi IV DPR, setelah melakukan dengar pendapat,” kata Ketua Umum DPP HKTI Prabowo Subianto di sela-sela pelantikan pengurus DPD HKTI Bali, Minggu (1/5) kemarin.

Ia mengatakan, usulan itu adalah hal yang akan diperjuangkan secara terus-menerus oleh HKTI agar terjadi peningkatan anggaran. Sebab, kata dia, selama ini meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun dana untuk sektor pertanian hanya satu persen dari APBN.

“Usulan itu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sekaligus memecahkan berbagai permasalahan yang dialami mereka,” katanya. Prabowo berharap usulan kenaikan anggaran itu bisa dipertimbangan dengan baik oleh legislatif.

Peningkatan alokasi dana pertanian tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti mempelajari dan menerapkan teknologi pertanian terbaru dari negara lain yang maju. “Kita bisa belajar dari Cina, yang hanya memiliki tujuh persen lahan untuk pertanian, padahal jumlah penduduknya hampir 25 persen jumlah penduduk dunia,” katanya.

Berkat teknologi yang diterapkan dari lahan yang terbatas itu, Cina mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk 1,4 miliar penduduknya. Sementara itu, Ketua DPD HKTI Provinsi Bali I Nyoman Suparta mengatakan, banyak persoalan pertanian di wilayah Pulau Dewata, salah satunya yang cukup pelik adalah alih fungsi lahan pertanian.

Akibat tindakan tersebut, lahan pertanian di Pulau Dewata semakin menyempit, karena dialihfungsikan menjadi perumahan atau perhotelan. “Kami sudah cukup lama bereaksi tentang alih fungsi lahan dengan melakukan penolakan, namun tidak juga ditanggapi positif oleh pihak terkait,” katanya. (kmb)