Pangan Tak Boleh Diserahkan ke Pasar Bebas

Jakarta – Ketua Umum Himpunan Kerukutan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto menegaskan sektor pangan tak boleh diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Indonesia harus mandiri di sektor pangan, meski di sektor lainnya terkena embargo. “Pangan tidak bisa kita serahkan kepada pasar bebas, pangan harus kita kuasai, pangan harus kita jamin supaya rakyat tak terancam,” kata Prabowo dalam acara pelantikan pengurus HKTI di Ragunan, Jakarta, Jumat (6/8/2010).

Ia mengatakan pada 5-10 tahun lalu semua sektor diserahkan kepada mekanisme pasar bebas, meski saat ini sudah ada kesadaran terhadap hal tersebut. “Nasib, kedaulatan, kemerdekaan bangsa tidak boleh kita serahkan pada pasar bebas,” katanya. Ia juga mengkritik masih ada saja orang yang menggap sektor pertanian bukan menjadi hal penting. Pembangunan mal, apartemen mewah, gedung tinggi yang menurutnya kurang penting terkadang melampaui pembangunan sektor pertanian.

“Kita bisa hidup tanpa mal, apartemen mewah, dan gedung tinggi, tapi kita tidak bisa hidup tanpa pangan dan kaum petani,” tegas Prabowo. Prabowo menegaskan sektor pertanian merupakan sektor yang mendasar dalam menjaga ketahanan pangan nasional sehingga harus menjadi perhatian. Ke depannya pertumbuhan penduduk dunia bisa mencapai 9 miliar manusia dari saat ini 7 miliar manusia.

“Pangan akan menjadi langka, air menjadi langka,” katanya. Bahkan kata dia, tidak menutup kemungkinan komoditi air akan menyamai komoditi minyak bumi. Sehingga bukan hanya pangan saja yang strategis namun air. “Nanti akan ada perang antar bangsa untuk berebut air,” ujarnya.