Politik ‘Pacu Kuda’ Prabowo

INILAH.COM, Jakarta – Keterbukaan Prabowo Subianto kepada publik untuk melihat sendiri laporan KPK atas harta kekayaannya, menunjukkan transparansi dan akuntabilitasnya sebagai seorang anak bangsa yang profesional. Uang diraupnya dari beragam bidang usaha.

Prabowo menjadi calon wapres multidimensi. Dia dianggap sebagai cawapres terkaya. Tapi, dia juga diejek kalangan yang sinis terhadapnya dengan tuduhan pelanggar hak asasi manusia (HAM).

Toh, Prabowo terus tampil secara otentik dan apa adanya. Dia membuka diri bagi KPK dan publik untuk menghitung pula kekayaannya. Dia berkuda sekaligus berpolitik, berkali-kali jatuh dan bangkit lagi, seakan tak pernah menyerah. Dia energik. Akankah politik Prabowo bakal merambah?

Prabowo bersikap legowo atas kritik pedas dari Goenawan Mohamad dan para aktivis HAM soal dirinya. Tapi banyak orang tahu bahwa Goenawan bisa maju antara lain justru oleh sentuhan Prof Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, yang peduli atas karir Goenawan sebagai wartawan.

Prabowo pernah kalah mengikuti konvensi Golkar. Dia pernah pula kalah dalam ‘rivalitas di TNI’. Tapi, dia bangkit dengan energi yang seakan jatuh dari langit. Setelah disingkirkan dari ketentaraan, dia berpindah haluan menjadi pengusaha. Hasilnya, assetnya meluap bagai arus air Niagara.

Tak dinyana, sebagai pengusaha, Prabowo justru meroket dalam keberhasilan dan keberlimpahan. Tak hanya di bidang militer dia piawai, di bidang dunia usaha, Prabowo sejatinya sangat gigih dan profesional. Assetnya berlimpah.

Sebagai cawapres, Prabowo sudah mendaftarkan binatang peliharaan kuda berjumlah 84 ekor, yang membuat dia menjadi cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,6 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan kuda, binatang peliharaan, sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah.

Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar. Mercedes Benz terbaru, seri E300, sekitar Rp 1,3 miliar. Kuda-kuda milik Prabowo, harganya mencapai Rp 3 miliar. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda dengan nilai semahal itu. Ada yang menyebut pula bahwa harga kuda-kuda itu, mungkin termahal di Asia.

Selain ditunggangi sendiri, kuda-kuda peliharaan Prabowo juga dapat menghasilkan uang. Hewan-hewan itu disewakan kepada orang umum yang ingin kursus menunggang kuda. Orang umum dapat menjadi anggota untuk latihan menunggang kuda. Biaya sewa kuda dan pelatih Rp 500.000 untuk durasi 45 menit.

Peserta kursus menunggang kuda yang dibolehkan berlatih minimum berusia enam tahun. “Dana dari penyewaan kuda itu cukup bagus,” kata seorang staf Prabowo.

Kini Prabowo tak hanya pacu kuda di lapangan. Di gelanggang politik, dia harus berpacu dengan capres-wapres yang lain untuk memenangkan perlombaan ‘balapan politik’ meraih simpati publik dan konstituen.

Sudah tentu, Prabowo bermaksud ingin mengabdi kepada rakyat negeri ini dengan mengikuti kontestasi pemilihan presiden 2009. Soal menang atau kalah, Prabowo berwatak legowo. Yang penting baginya, pemilu harus jurdil dan bermartabat. Jika pemilu tak jurdil dan tak bermartabat, orang tahu bahwa pihak yang menang bakal kuwalat.

“Jadi, pemilu jurdil, bersih dan bermartabat adalah prasyarat bagi kepemimpinan yang amanah. Jika proses pemilu presiden nanti buruk, tak bersih dan tak jurdil, maka siapapun pemenangnya, akan nelangsa karena mengingkari amanat rakyat. Pemerintah dan KPU yang mesti bertanggung jawab dan bertanggung gugat,” kata pemerhati politik Hariman Siregar, mantan tokoh Malari.

Sigit Pamungkas dari Fisipol-UGM melihat Prabowo baru jadi cawapres saja sudah mengejutkan dan mencemaskan lawan politiknya. “Prabowo seakan sang pendobrak dan sebaiknya merambah pasar Islam dan mendorong umat Islam memilihnya, demi memperbesar suaranya dalam pilpres,” ujarnya.

Prabowo tak membolehkan para pendukung dan tim suksesnya melakukan black campaign. Bahkan dia membiarkan saja lawan-lawan politik menyudutkan dirinya dengan isu HAM. Prabowo makin matang, meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu dan bersikap apa adanya.

Prabowo tampil genuine, apa adanya, dan punya daya dobrak. Orang yakin JK-Wiranto dan Mega-Prabowo mampu menggagalkan SBY untuk menang satu putaran. Jika terjadi dua putaran, SBY pasti deg-degan. “Apalagi jika Mega-Prabowo yang lolos ke putaran kedua, pasti JK-Win mendukung mereka. Dan, pasti SBY lebih deg-degan lagi,” ungkap Umar S Bakry, pengamat politik.

Kembalinya Prabowo ke gelanggang politik melalui Gerindra, seakan menuruti alur langkahnya untuk kembali berkuda. Tak menyerah, dan terus menembus sejarah.