Popularitas Prabowo tak Diimbangi Gerindra

INILAH.COM, Jakarta – Meski figur Prabowo Subianto dinilai memiliki peluang yang besar dalam Pemilihan Presiden 2014, namun justru memiliki kelemahan pada mesin politiknya.

Menurut pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya, kelemahan Prabowo ada pada mesin politik yang mendorongnya, yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). “Peluang dia memang sangat besar, tapi masalahnya adalah Gerindra sebagai mesin politik,” ujar Yunarto kepada INILAH.COM, Senin (1/11/2010).

Masalahnya adalah, kata Yunarto, citra Prabowo yang sangat populer tidak diimbangi dengan citra partainya.  Citra Prabowo yang populer itu ditunjang oleh karakter pemilih di Indonesia masih mendambakan sosok yang ‘kuat’. “Yang direpresentasikan oleh sosok militer. Persepsi itu dibentuk selama puluhan tahun oleh Orde Baru,” kata Yunarto.

Selain itu, kata Yunarto, Prabowo juga dinilai memiliki investasi politik karena pernah mencalonkan diri sebagai calon wakil Presiden pada 2009. “Slogan-slogan kerakyatan yang didengungkan Prabowo juga akan sangat menarik hati rakyat,” imbuhnya. Sementara itu, bandingkan dengan rendahnya popularitas Gerindra di media. “Yang muncul hanya Akbar Fasial saja, itu juga lebih menonjol sebagai pribadi. Sosok partai yang lain seperti Fadli Zon tidak muncul. Apalagi pernah terjadi blunder saat Pius Lustrilanang membela pembangunan gedung baru DPR,” terang Yunarto. Menurut Yunarto yang terpenting sekarang adalah menguatkan citra Gerindra. [nic]