Prabowo Acungkan Jempol Kepada TNI/Polri

Menurutnya, TNI/Polri merupakan milik semua golongan masyarakat Indonesia. Ia sendiri mengaku bangga dengan TNI/Polri yang memiliki jiwa besar, karena kedua institusi itu tidak menuntut hak pilih.

“Saya hargai itu, saya mengerti etika mereka bahwa mereka tidak ingin TNI terkotak-kotak. Saya juga condong TNI harus di atas semua golongan,” kata Prabowo, di Jakarta, Jumat (18/11/2011).

Dijelaskannya, sebagai alumni TNI, ia bangga dengan jiwa besar TNI. Pasalnya, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang TNI/Polri nya tidak menuntut hak pilih. “Saya kira ini luar biasa, harus saya acungi jempol,” puji mantan pimpinan Komandan Pasukan (Kopasus) TNI itu.

Sebelumnya diberitakan, Anggota TNI dan Polri diusulkan untuk mendapatkan hak memilih, namun tidak hak dipilih. Usulan itu dikemukakan Anggota Komisi II Fraksi PKB Abdul Malik Haramain saat raker Pansus RUU Pemilu di gedung DPR, Senayan, Rabu (16/11/2011).

“Sebaiknya TNI Polri punya hak politik. Tetapi hanya sebatas untuk memilih, kalau untuk dipilih dia harus pensiun atau mengajukan pensiun dini,” ujarnya.

Malik berpendapat, pemberian kembali hak politik kepada TNI/Polri karena para anggota TNI/Polri dinilai juga memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. “Ini semata-mata karena TNI-Polri juga kan punya hak politik. Jumlah TNI-Polri juga tidak terlalu signifikan, jadi kenapa harus takut,” jelasnya. [mar]