Prabowo Berharap Aceh Tetap Kondusif

Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, mengharapkan Aceh tetap kondusif dalam suasana damai, di bawah kepemimpinan gubernur dan wagub baru, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

“Saya berharap Aceh ini tetap kondusif dan masyarakat hidup dalam suasana damai seperti sekarang ini di bawah kepemimpinan yang baru dilantik,” ujar Prabowo di Banda Aceh, Senin (25/6).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri pelantikan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.

Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung DPR Aceh di Banda Aceh dan dihadiri ribuan undangan serta pendukung pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

Menurut Prabowo, Aceh sudah begitu kondusif. Hal ini bisa dilihat dari proses pilkada yang berlangsung beberapa bulan lalu. Pesta demokrasi ini berjalan dalam suasana damai.

“Semuanya sudah kondusif dan berjalan dalam suasana damai. Dan ini harus bisa dipertahankan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru dilantik,” ujar dia.

Prabowo menambahkan, terpilihnya Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf merupakan bukti dukungan rakyat. Dukungan ini harus dijawab dengan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Kontribusi rakyat kepada mereka cukup besar. Dan ini saya kira baik, terutama dalam perbaikan pemerintahan serta mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ungkap Prabowo.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dapat melanjutkan pembangunan dalam kondisi yang aman, sehingga Provinsi Aceh lebih baik lagi di masa mendatang.

Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur setelah meraih 1.327.695 suara atau 55,78 persen dari total 2.380.386 suara sah pada pilkada 9 April 2012.

Zaini Abdullah merupakan mantan Menteri Luar Negeri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan juga tokoh yang ikut menandatangani nota kesepahaman damai RI dan GAM di Helsinki, 15 Agustus 2005.

Sedangkan Muzakir Manaf adalah mantan Panglima Angkatan Bersenjata GAM dan kini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, partai lokal di Provinsi Aceh. [TMA, Ant]