Prabowo Curiga Ada Kekuatan Asing Dibalik NII

DENPASAR – Kekuatan asing yang ingin merusak keutuhan NKRI disinyalir turut menopang gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang marak belakangan ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menanggapi keberadaan NII yang saat ini banyak bergerilya ke kampus dan menyusup ke masyarakat

“Tidak tertutup kemungkinan, mereka ditopang kekuatan asing. Bisa saja begitu,” kata Prabowo, di sela pelantikan Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Majelis pertimbangan Organisasi (MPO) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali 2011-2016 di Denpasar, Minggu (1/5/2011).

Kekuatan asing itu, sambung dia, adalah pihak yang tidak ingin melihat Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan besar. Mereka yang memiliki kepentingan itulah yang diduga ikut menunggangi gerakan NII.

Hanya saja, mantan Danjen Kopassus ini enggan menyebut kekuatan asing mana saja yang berkepentingan terhadap gerakan NII. “Ya Anda pasti tahulah siapa siapa mereka, tidak usah saya rinci,” kata Prabowo yang menjabat Ketua Umum HKTI ini

Ia kembali mengingatkan semua pihak, bahwa ada kekuatan asing yang senantiasa tak ingin melihat Indonesia berkembang menjadi negara kuat. Kekuatan asing itu, bisa negara atau pihak mana saja, memang sejak lama ingin membuat Indonesia pecah tercerai berai.

Disinggung soal keberadaan gerakan NII, Prabowo menegaskan, bahwa gerakan itu jelas-jelas tindakan makar, karena ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi dan dasar bangsa.

Prabowo mengaku juga tidak habis pikir, bagaimana fenomena gerakan NII bisa berkembang padahal para sejak awal para pendiri republik telah mencapai kesepakatan tentang ideologi dan dasar negara Pancasila.

“Mereka ini orang-orang tersesat, sehingga jalan keluarnya merehabilitasi, memberitahukan bahwa usahanya itu keliru. Kita harus tanamkan kepada masyarakat dan generasi muda ke arah pendidikan yang benar,” katanya.

Bagaimanapun, gerakan mereka lewat mengangkat senjata guna mengubah ideologi Negara itu salah dan merupkan kekeliruan fatal. Tugas tersebut sambung Prabowo, seharusnya dilakukan oleh negara.

“Jangan sampai anak-anak mau dibohongi atau jangan sampai generasi muda mau disesatkan oleh gerakan NII yang nyata-nyata bisa mengancam keutuhan NKRI,” ujarnya.

Dia mengingatkan, bahwa Pancasila telah menjadi konsensus nasional yang melindungi warga dan bisa menyatukan segala golongan, ras, suku dan agama. Jadi, Indonesia tak mungkin mundur ke belakang sebagaimana keinginan para aktivis NII.

Ia juga berharap agar pemerintah tegas dan serius menangani pergerakan NII. Namun masyarakat juga diingatkan tidak lengah, jangan membiarkan gerakan dan ajaran tersebut tumbuh subur di masyarakat. Upaya itu jangan hanya diserahkan kepada TNI, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluuruh masyarakat Indonesia.