Prabowo: Kader Tidak “Komit” Sebaiknya Mundur

Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan, kader partai yang tidak `komit` untuk membangun bangsa Indonesia dan bergabung dengan motivasi mencari keuntungan pribadi, sebaiknya mundur. “Kader Partai Gerindra yang ketahuan hanya mencari keuntungan untuk kepentigan sendiri, agar dikeluarkan,” kata Prabowo Subianto ketika memberi arahan kepada para kadernya pada acara halal bihalal di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, di Jakarta, Senin.

Prabowo menegaskan, kader Partai Gerindra harus memiliki komitmen yang kuat untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Dari pencermatannya selama ini, menurut Prabowo, sebagian besar kader Partai Gerindra tetap konsisten dengan komitmennya, meskipun ada juga kader yang mencoba bergabung dalam Partai Gerindra untuk mencari kekayaan dan kepentingan pribadi.

“Kalau kader Partai Gerindra sudah berperilaku buruk seperti itu, bagaimana bangsa Indonesia bisa menjadi lebih baik,” katanya. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menegaskan, Partai Gerindra akan maju terus untuk berkontribusi dalam membangun bangsa Indonesia sekaligus membesarkan organisasi partai. “Kader yang mau terus bergabung dengan komitmen silakan, kader yang mau tinggal silakan, kader yang mau keluar juga silakan,” katanya.

Prabowo meyakini, selama Partai Gerindra berdiri para kader memiliki rasa tanggung jawab, militansi, serta komitmen yang sudah berkembang pesat. Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta kepada kader untuk tidak menjadikan dirinya sebagai figur sentral di partai, tapi membangun ideologi yang kuat dan manajemen organisasi yang baik dengan tekad membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Kader Partai Gerindra, kata dia, harus berada di jalan yang benar dan harus yakin di jalan yang benar sehingga masyarakat akan memberikan kepercayaan kepada Partai Gerindra. Prabowo mencontohkan, Partai Gerindra menilai perekonomian di Indonesia dikelola dengan sistem neoliberal yang tidak bisa mensejahterakan masyarakat.

“Dari sembilan fraksi di DPR RI, hanya Fraksi Partai Gerindra yang berani secara tegas mengkritik sistem perekonomian neoliberal tersebut,” kata Prabowo.