Prabowo Kaget Tahu Tarif Masuk Tentara Rp 100 Juta

Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto mengaku kaget dengan kasus suap di negara ini. “Saya kaget saat dikasihtahu, untuk masuk TNI tarifnya Rp 100 juta. Negara ini aneh, orang daftar mati untuk negara, kok harus nyogok?” ungkapnya, dalam pidato politik peringatan ulang tahun ke-4 Gerindra, di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, Senin petang (6/2).

Menurutnya, akibat hal semacam itu, republik ini bukan lagi republik yang didirikan pendiri bangsa, Soekarno-Hatta. Bangsa ini harus meninggalkan godaan dengan selalu bicara dari hati, karena suara hati takkan keliru.

“Saat ini negara rusak, sistem hanya dinikmati oleh yang punya uang. Korupsi merajalela, setiap lapisan penuh sogok, cari kerja, guru, polisi, tentara harus nyogok,” ujarnya.

Dikatakannya, atas dasar itu, ia  bertekad mendirikan partai yang bersih, memperbaiki tatanan yang rusak, meluruskan segala hal bengkok, dan memberikan harapan kepada rakyat agar tidak putus asa.

“Jika rakyat tak percaya semua lembaga negara, maka yang ada anarkhi. Oleh karena itu, kami memberi solusi dan harapan kepada rakyat. Tapi, diri kita harus bersih karena rakyat menuntut yang bersih dan mereka siap berkorban untuk mempertahankan pemerintahan bersih,” ungkapnya.

Pensiunan perwira tinggi bintang tiga TNI AD itu menambahkan, hal itu terjadi karena tidak ada prajurit yang buruk, melainkan komandannya. “Saya yakin, rakyat rela dibawa ke mana saja, asalkan pemimpinnya baik,” tambahnya.