Prabowo Kuda Hitam di Pilpres 2014?

INILAH.COM, Jakarta – Pemilu Presiden 2014 masih empat tahun. Prabowo Subianto dengan perahu Partai Gerindra dapat dipastikan maju dengan mengincar posisi RI 1.

Prabowo Subianto dipastikan bakal maju dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang. “Secara pribadi kalau masih dipercaya rakyat dan partai menganggap saya mampu, saya siap,” ujar Prabowo saat konferensi pers di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Gerindra di Jakarta, Sabtu (30/10).

Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, sebagai anak bangsa, dia harus siap memimpin negara jika rakyat memintanya. Dia juga yakin Gerindra mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.  Ditanya soal Aburizal Bakrie sebagai bisa menjadi pesaingnya nanti, Prabowo dengan santai menjawab dirinya siap menghadapi siapapun. “Kalau ada dukungan nyata untuk menghendaki saya maju, yah saya maju, harus siap menghadapi siapa saja, termasuk Ical. Lagian, kan masih lama itu 2014,” kata Prabowo tertawa.

Kepercayaan diri Prabowo tampak lebih menonjol dalam menghadapi Pemilu 2014 dibanding 2009 lalu. Usainya figur-figur tua dalam Pemilu 2014 mendatang jelas menguntungkan bagi figur muda, tak terkecuali bagi Prabowo Subianto. Apalagi, pesaing terberat Prabowo Subianto dalam Pemilu 2009 lalu SBY, secara konstitusional tidak bisa lagi maju dalam Pilpres 2014 karena telah menjadi presiden selama dua periode.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid, figur Prabowo dianggap contrasting dengan figur SBY yang dipersepsikan lambat, peragu, dan penakut.  “Sedangkan Prabowo dipersepsikan publik sebagai figur yang tegas, merakyat, kompeten, dan berwibawa. Masyarakat ingin figur yang membangkitkan masyarakat untuk perbaikan Indonesia,” ujarnya. Memang, kunci menjadi pemenang Pemilu 2014 harus mampu hadir dengan persepsi figur yang berbeda dengan SBY.

Hal ini pula yang mengantarkan SBY menjadi Presiden dalam Pemilu 2004 lalu karena hadir dengan figur yang kontras dengan sosok Megawati Soekarnoputri. Saat itu SBY hadir sebagai sosok cerdas, santun, dan berwibawa. Aspek yang kurang ditemui pada Megawati Soekarnoputri. Dalam survei Puskaptis yang dilakukan 24-28 Oktober tentang siapa figur presiden yang akan dipilih jika pemilu dilakukan saat survei dilakukan dari delapan nama yang diajukan Puskaptis, nama Prabowo menduduki peringkat pertama.

“Pertama Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Akbar Tandjung, Surya Paloh, Hidayat Nur Wahid, Anas Urbaningrum, serta Ani Yudhoyono,” paparnya. Sayangnya, survei Puskaptis ini masih belum diketahui persentase besaran dukungan publik. “Data masih diinput, namun trennya sudah terbaca,” katanya yang mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan melansir hasil temuan Puskaptis ke publik. [mdr]