Selamat Pagi Indonesia Raya….

Para sahabat sebangsa dan setanah air…

Tercengang juga kita, ketika mendapat informasi bahwa di Pekanbaru, Riau terdapat 17 titik halte yang menjadi pelemparan para remaja dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Ada apa ini ? Apakah sebuah bentuk kenakalan remaja atau suasana ini menggambarkan sebuah fenomena “gegar budaya” di kalangan generasi muda ? Inilah yang pantas kita renungkan bersama. Beberapa waktu lalu, di beberapa kota di Jawa Barat, kita juga dikejutkan oleh adanya gang motor, yang acapkali melahirkan berbagai keributan. Bahkan ada diantara mereka yang membawa samurai dan mengacung-acungkan nya mencari sasaran. Brutalisme dan Vandalisme, seolah-olah menjadi sebuah pelampiasan hawa nafsu kaum remaja kita, dan entah apa yang menjadi tujuan akhir mereka.

Para sahabat sebangsa dan setanah air….

Negeri dan bangsa ini dikenal dengan keramah-tamahan dan kesopan-santunan nya. Itulah sebab nya, mengapa banyak bangsa asing yang merasa betah untuk tinggal di Indonesia. Salah satu daya tarik parawisata kita adalah nilai-nilai budaya bangsa yang menjadikan persahabatan dan persaudaraan sebagai “hak paten” bangsa. Nilai-nilai budaya yang demikian, tentu harus kita jaga dan kita pertahankan. Ada tugas dan kewajiban kita untuk melestarikan dan mengembangkan nya. Sikap ramah dan santun mesti kita tanamkan dan kita wariskan kepada generasi penerus bangsa. Penanaman dan penghayatan nya, tentu harus terpola secara sistemik. Mulai dari masa kandungan seorang ibu, bayi, balita, anak-anak, remaja hingga menginjak usia dewasa. Generasi penerus penting untuk dididik dan diajarkan nilai-nilai budaya semacam ini, berbudi pekerti, apakah melalui pendidikan formal di sekolah, pendidikan di tengah-tengah masyarakat dan yang lebih utama adalah pendidikan di keluarga. Kaum remaja perlu diingatkan bahwa vandalisme dan brutalisme itu, bukanlah nilai budaya bangsa. Kaum remaja penting diyakinkan bahwa bangsa ini sendiri, sejak dahulu kala sudah memiliki budaya adiluhung, yang menjadi landasan dalam mengarungi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Kaum remaja perlu untuk selalu dihangatkan dengan nilai-nilai kejuangan dan keperkasaan nenek-nenek moyang nya.

Leluhur kita adalah bangsa yang ulung dan berjaya di lautan. Sejarah mencatat, generasi pendahulu kita adalah tokoh-tokoh yang sempat tercatat di panggung dunia. Bung Karno dan para sahabat nya, dikenal dengan gagasan nya menciptakan Gerakan Non Blok. Pak Harto dikenal dengan Swasembada Beras nya dan lain sebagainya lagi.

Para sahabat sebangsa dan setanah air….

Generasi muda adalah generasi penerus dan pelanjut cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu, kalau saja sekarang ini terekam berbagai kiprah kaum remaja yang cenderung mengarah ke brutalisme dan vandalisme, maka menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk mengingatkan nya. Kita berkewajiban untuk melahirkan kaum muda yang berintelektual dan bermoral. Kita berkehendak untuk melahirkan generasi masa depan yang lebih baik dan arif dari generasi saat ini. Dan kita pun tentu harus mengingatkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang ramah, santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan persahabatan. Nah, dalam aura kehidupan yang beradab, tidak boleh tidak, brutalisme atau pun vandalisme harus kita tendang jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari.

Salam,