Sosialisasi Prabowo Sebagai Capres 2014 di Kota Pekanbaru

Meski Pilpres baru akan bergulir pada 2014, namun beberapa parpol dan organisasi tertentu sudah mulai menyusun strategi untuk mensosialisasikan jago mereka sebagai Capres, termasuk GP Riau.

Riauterkini-PEKANBARU- Meski Pemilihan Presiden (Capres) baru akan berlangsung pada 2014 nanti, namun beberapa partai politik (parpol) dan organisasi sayap mulai mensosialisasikan ‘jago’ mereka maju sebagai Calon Presiden (Capres). Seperti yang dilakukan Gardu Prabowo yang melakukan Rapat Kerja di Hotel Aziza Pekanbaru, kemarin (11/11/11) malam.

Ketua Gardu Prabowo, Nurjaman yang ditemui riauterkini di sela-sela Rapat Kerja (Raker) organisasi tersebut menyatakan, sebagai orgisasi yang kelahiran bersamaan dengan Partai Gerindra, Gardu Prabowo memiliki dua agenda penting untuk bagi masyarakat Kota Pekanbaru, utamanya masyarakat Riau. Agenda utama, bagaimana membantu perolehan suara Partai Gerindra mencapai menimal 20 persen dari target nasional. Kedua, Gardu Prabowo berkewajiban mengantarkan pendiri Partai Gerindra itu menjadi Capres.

“Tugas ini lumayan berat. Karena berdasarkan penelitian tiga lembaga survei, popularitas Prabowo melebihi popularitas Garinda. Dan menurut ketentuan, sebuah parpol baru bisa mengusung Capres jika telah meraih 20 persen suara,” terangnya.

Bahkan berdasarkan survei yang dilakukan lembaga Sindikat Survei Indonesia (SSI) menempatkan Prabowo di urutan pertama Capres yang akan bertarung pada Pilpres 2014 nanti. Tempat kedua yang difavoritkan menjadi Capres adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Oleh sebab itu, Gardu Prabowo bersama Garindra dan 12 organisasi sayap yang lain sepakat memenuhi target tersebut.

Menyinggung lolosnya beberapa parpol baru, menurut Nurjaman, itu bukan sebuah ancaman bagi Gardu Prabowo maupun Partai Gerinda. Sebab kehadiran parpol baru itu tidak akan mengurangi suara Gerindra tetapi malah mengerus suara parpol besar. Dia mengambil contoh kehadiran Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang diperkirakan akan mengerus suara Partai Golkar. Sebab pendiri Partai Nasdem itu merupakan pentolan partai berlambang Pohon Beringin itu.

Nurjaman mengingat, pihaknya membuka diri bagi masyarakat Pekanbaru dan Riau pada umumnya untuk bergabung dalam Gardu Prabowo. Siapa pun atau dari parpol mana pun boleh bergabung ke organisasi itu sepanjang masyarakat memiliki komitmen yang sama mengantarkan Prabowo menduduki kursi “RI-1”. Ia juga menegaskan Gardu Prabowo bukan lah partai politik atau organisasi di bawah (underbow) Partai Gerindra. *** (son)

http://www.riauterkini.com/politik.php?arr=41054