Posts

Gerindra-Targetkan-Raih-30-Kursi-DPRD-DKI

Gerindra Targetkan Raih 30 Kursi DPRD DKI

Mengaku sudah punya strategi-strategi tertentu.

Jakarta – Meski Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD masih cukup lama, namun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI telah menargetkan meraih maksimal 30 kursi pada pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada 9 April 2014.

Ketua Umum DPD Gerindra DKI M Taufik optimistis Partai Gerindra akan menang dalam pemilihan umum legislatif pada tahun 2014. “Saya mau Gerindra menang total di Jakarta. Sehingga Ketua DPRD bisa dijabat oleh Gerindra. Maka, pembahasan APBD DKI pasti akan terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Taufik di tengah-tengah acara HUT ke-5 Gerindra di Panti Asuhan Nusa Dua, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).

Keoptimistisan Taufik juga berlandas pada sebuah hasil survei yang menyatakan Partai Gerindra menduduki posisi tiga besar, padahal umurnya baru 5 tahun bila dibandingkan dengan partai-partai besar lainnyam

Untuk mewujudkan target tersebut, lanjutnya, paling tidak Gerindra harus meraih minimal 20 kursi hingga maksimal 30 kursi dari 10 daerah pemilihan (dapil). Atau meraih 29 persen dari total kuota kursi DPRD DKI yang diperebutkan sebanyak 106 kursi.

“Optimislah pasti kami bisa dapatkan itu. Karena kami sudah punya strategi untuk memenangkan pemilu legislatif,” ujarnya.

Strategi yang dimaksud adalah, Gerindra sudah punya modal dasar, yaitu infrastruktur organisasi yang telah terbangun dengan baik. Kemudian beberapa partai kompetitor saat ini sedang diterpa masalah yang cukup berat

“Ada partai kompetitor yang sakit keras, ada yang sedang sakit, ada yang pingsan. Jadi kami tidak takut. Menurut saya, peluang menang itu ada pada kita. Tidak hanya itu, respon masyarakat pada Gerindra juga cukup tinggi,” tuturnya.

Taufik menegaskan semua kader Partai Gerindra dan masyarakat umum diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) yang mewakili partai berlambang kepala Garuda ini. Pendaftaran sudah dibuka sejak Januari lalu hingga 28 Februari. Hingga saat ini sudah ada 500 orang yang mendaftarkan diri menjadi caleg. Diperkirakan, jumlah tersebut akan terus bertambah hingga 1.000 orang.

Nantinya, DPD Gerindra DKI akan melakukan verifikasi faktual terhadap seluruh formulir pendaftaran tersebut. Sebab dalam formulir tersebut, bakal caleg ini harus menyertakan 1.500 tanda tangan dan KTP dari orang-orang yang mendukungnya.

“Paling tidak selama 1 bulan kita lakukan verifikasi faktual. Kita akan lakukan pada Maret ini. Karena pada bulan April, daftar caleg sementara harus sudah diserahkan kepada KPU,” tuturnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD

Sumber: beritasatu.com

Gerindra-Hukum-Lemah,-Indonesia-Pasar-Potensial-Narkoba

Gerindra: Hukum Lemah, Indonesia Pasar Potensial Narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah dianggap tidak memiliki taji yang kuat untuk mengatasi masalah narkoba. Malah, kasus penggunaan narkoba beberapa tahun belakangan makin meningkat. Ini menandakan masih maraknya peredaran narkoba di masyarakat karena lemahnya hukum di Indonesia.
“Hukum di Indonesia lunak untuk mereka. Berbeda dengan Malaysia atau Singapura yang langsung menerapkan hukuman mati. Akibatnya sindikat internasional dari Iran, Malaysia, Belanda, dan Hong Kong memandang Indonesia sebagai pasar potensial industri narkoba,” kata Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, di Jakarta, Ahad (3/2).

Menurut Fadli, narkoba seharusnya jangan dilihat secara parsial. Sehingga akhirnya terjebak penanganan eksesnya saja. Namun, harus melihat pangkal masalahnya, yakni penegakan hukum kasus narkoba yang masih lemah.
“Harusnya status mereka pengedar atau bandar, tapi turun menjadi pemakai. Sehingga, jaringan narkoba meningkat karena hukum lemah,” cetus dia.

Jadi, ujar Fadli, tak aneh jika pengguna narkoba terus meningkat tiap tahun. Ini lantaran pemerintah agak permisif dan kondusif untuk para pengguna narkoba. Hingga saat ini, lebih dari 5,8 juta jiwa penduduk Indonesia mengonsumsi narkoba.

Kerugian negara atas maraknya kasus narkoba sendiri mencapai Rp 40 triliun per tahun. Sedangkan, perputaran uang Industri narkoba di Indonesia mencapai Rp 23 triliun per tahunnya.
“Narkoba ini juga lebih berbahaya dari terorisme, yaitu per jam secara nasional dua orang mati karena narkoba,” ucap Fadli.

Mengaca dari segudang kasus yang ada, menurut Fadli, kebijakan penanganan narkoba harus bersifat preventif. Misalnya, dengan berani memberi hukuman yang lebih tegas dan keras. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan seluruh aparat penegak hukum juga harus dipastikan kebersihannya dari intervensi mafia narkoba.

Redaktur : Citra Listya Rini
Reporter : Mansyur Faqih

Sumber: republika.co.id

Gerindra Incar Pemilih Pemula

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengincar pemilih pemula, guna memperkuat basis suara mereka dalam pemilihan umum 2014 mendatang. Apalagi Gerindra memastikan akan mencalonkan ketua dewan pembinanya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden.

Dengan belum dipastikannya ambang batas parlemen serta batas minimum perolehan suara partai untuk dapat mencalonkan presiden, Gerindra berharap pemilih pemula bisa menjadi penambah perolehan suara mereka.

Partai Gerindra melalui sayap organisasi kepemudaan, Tunas Indonesia Raya (Tidar), menargetkan peningkatan pemilih pemula pada pemilu 2014.

“Banyak memang organisasi kepemudaan (di bawah partai politik) yang menyasar pemilih pemula. Kami katakan tidak mudah. Tetapi kami saat ini sedang berpikir, bagaimana memberikan benefit (keuntungan) agar para pemilih pemula itu lebih memilih datang ke TPS dari pada main game,” kata Ketua Umum Tidar, Aryo Djojohadikusuma, sesaat sebelum pembukaan Rakernas Tidar di Jakarta, Jumat (18/11/2011) malam.

Menurut Aryo, Partai Gerindra dan sayap kepemudaannya bakal bersaing dengan parpol lain untuk mendapatkan suara dari pemilih muda. Dengan tingkat partisipasi politik pemuda yang sangat rendah dari setiap pemilu, Aryo mengakui butuh kerja keras.

“Kami sebenarnya ingin meyakinkan bahwa suara pemuda itu signifikan dalam perubahan. Pemuda tak mau gunakan hak politiknya, tetapi mereka mengeluh ketika ada produk perundangan yang merugikan mereka,” kata Aryo.

Ia menambahkan, “Saya pikir kesadaran politik mereka harus bisa dimulai dari sisi ini. Bahwa suara mereka sebenarnya menentukan untuk memilih anggota legislatif yang memihak mereka.”

Prabowo: Kader Korupsi Kami Tendang

VIVAnews – Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan, ia tidak segan menendang kader partai yang diketahui melakukan tindak korupsi atau menyalahgunaan kekuasaan.

Menurutnya, sudah menjadi jalan dari Partai Gerindra untuk mewujudkan kepemimpinan yang bersih sebagai alternatif bagi rakyat. “Di mana ada oknum seperti itu (korupsi), marilah kita tendang mereka dari partai ini,” katanya saat ditemui acara Halal Bihalal di DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin 12 September 2011. Mantan Danjen Kopassus itu dengan keras berteriak, kader partainya tidak boleh berkhianat pada rakyat dengan memperkaya diri sendiri. Jika tidak, dia menyebut, mereka tidak ada bedanya dengan bandit atau maling.

“Hidung Prabowo masih tajam, masih bisa mencium sampai ke pulau-pulau yang terjauh. Satu kali diingatkan, dua kali, tiga kali empat kali apa boleh buat,” ancamnya. Untuk itu, Prabowo berharap, partainya mampu memberikan perubahan untuk perbaikan Indonesia, yakni sebuah perubahan menuju pemeirintahan yang bersih, pemerintahan di atas kaki sendiri yang sejahtera dan adil dan makmur.

“Kita harus waspada, kita sebagai kader ingin Indonesia Raya yang benar berdasarkan Pancasila, berbhineka tunggal ika, berkeadilan sosial, dan kita harus yakin bahwa alam yang akan menyisihkan oknum yang infiltrasi ke tubuh kita,” kata Prabowo. (umi)

Prabowo Instruksikan Kader Gerindra Berjuang Keras

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk berjuang keras agar Partai Gerindra memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu pada 2014.

“Pemilu 2014 sangat penting bagi Partai Gerindra untuk tetap eksis agar Partai Gerindra bisa terus berjuang untuk bangsa Indonesia,” kata Prabowo kepada para kader partai pada acara halal bi halal di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, di Jakarta, Senin (12/9) petang.

Prabowo menegaskan, seluruh kader Partai Gerindra, terutama pengurus daerah dan pengurus cabang, harus berjuang keras untuk membangun partai dan membesarkan organisasi. Perjuangan dari Partai Gerindra saat ini, kata dia, akan menentukan apakah Gerindra akan terus eksis dan menjadi semakin besar atau malah sebaliknya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menginstruksikan seluruh kadernya untuk loyal terhadap partai dan memiliki komitmen kuat untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. “Kader yang tidak loyal dan hanya mencari keuntungan pribadi, sebaiknya mundur dan tidak ikut bergabung bersama Partai Gerindra,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga memuji perjuangan kader Partai Gerindra di sejumlah daerah dan cabang yang telah bekerja keras membesarkan partai di daerahnya.

Ia mencontohkan, keberadaan Partai Gerindra di Provinsi Papua Barat yang sudah 89 persen serta kepengurusan di tingkat cabang di provinsi tersebut sudah 100 persen. “Saya minta para kader Partai Gerindra di seluruh daerah untuk terus berjuang dan bekerja keras, membangun dan membesarkan partai,” katanya.

Dalam membangun dan membesarkan partai, lanjut dia, harus dengan komitmen untuk membangun bangsa dan negara Indonesia, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Prabowo menegaskan, kader Partai Gerindra harus bisa menunjukkan bukti bukan sekadar janji. “Rakyat sudah bosan dengan janji-janji dan bosan dengan politikus yang banyak bicara,” tandasnya.