Posts

Gerindra Siap Mengawal Prabowo Hingga 2014

Gerindra Siap Mengawal Prabowo Hingga 2014

Jakarta – Partai Gerindra meyakini jika isu pelanggaran HAM dan pemecatan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dari TNI akan digunakan menjelang 2014. Hal ini dilakukan untuk menjegal langkah Prabowo di 2014.

“Itu tak tertutup kemungkinan akan dipakai menjelang 2014. Pak Prabowo sudah diperiksa atas kasus itu dan tidak terbukti beliau bersalah,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Edhy Prabowo kepada INILAH.COM, Rabu (23/5/2012).

Menurutnya, meski Prabowo banyak dilirik oleh partai-parati untuk dijadikan kandidat di 2014, namun banyak pihak juga yang ingin menjegal langkahnya di 2014.

“Siapa pun lawan politiknya tentu tak ingin melihat calon kami maju dengan mulus. Namun kami sudah siap menghadapi dan dengan pengalaman sekarang ini kami yakin akan kuat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat memasukkan nama Prabowo Subianto dalam nominasi kandidat Capres. Pasalnya Prabowo memiliki pengalaman yang mumpuni untuk dijadikan Capres.

Meski memiliki kemampuan yng mumpuni, Partai Demokrat melihat Prabowo masih memiliki kekurangan dan kekurangan itu akan memberatkan Prabowo di 2014. Salah satu kelemahan Prabowo yakni pernah tersangkut kasus pelanggaran HAM.[jat]

Prabowo Dianggap Lebih Unggul dari 10 Calon Lain

Prabowo Dianggap Lebih Unggul dari 10 Calon Lain

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis jika pemilihan presiden dilakukan sekarang, calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto berpotensi menang. “Prabowo punya kemampuan menarik pemilih dibanding calon lain,” ujar Peneliti Utama LSI, Syaiful Mujani, dalam penjelasannya kepada wartawan Kamis, 23 Februari 2012.

Menurut Syaiful, dari beberapa aspek Prabowo lebih unggul dibanding calon lain. Prabowo dinilai pemilih memiliki kualitas personal. Misalnya, dianggap lebih taat beragama, bisa dipercaya, tegas, perhatian pada rakyat, dan pintar. “Ini dasar psikologis massa untuk cenderung memilih Prabowo,” ujar Syaiful.

Dari survei yang dilakukan pada 1-12 Februari 2012 lalu, dari 2.050 responden di 33 provinsi, LSI menjaring 10 nama calon presiden. Nama ini terseleksi dari 24 nama hasil pilihan LSI dan responden. Sepuluh nama itu adalah Aburizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Dahlan Iskan, Djoko Suyanto, Hatta Rajasa, Mahfud MD, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani Indrawati, dan Wiranto.

Sepuluh nama ini merupakan nama yang sudah digadang-gadang partai politik dan kelompok masyarakat untuk maju sebagai calon presiden. “Nama-nama itu juga dinilai telah mulai melakukan sosialisasi untuk maju jadi presiden.”

Sedangkan nama lain yang dijagokan seperti Jusuf Kalla, menurut Syaiful, belum dimasukkan dalam daftar sepuluh nama. Alasannya, Kalla belum secara resmi menyatakan diri siap menjadi calon presiden. Ditambah Kalla belum memiliki kendaraan partai untuk maju. Kalaupun PPP belakangan menyatakan Kalla jadi alternatif, tapi belum cukup kuat untuk memasukkan dalam calon presiden. “Mungkin dalam penelitian lanjutan kami akan lihat elektabilitas Kalla dibanding calon lain,” ujar Syaiful.

Dari sepuluh nama itu, suara tertinggi diperoleh Megawati dengan 22,2 persen suara, Prabowo Subianto 16,8 persen, Aburizal Bakrie, 10,9 persen, Wiranto 10,9 persen, dan Hatta Rajasa 5,4 persen. Sedangkan lima nama lainnya belum mendapat suara kecil dari lima persen. Dari sepuluh nama ini, belum ada satu pun calon yang mendapat suara lebih dari 50 persen dan tersebar di 17 provinsi, sehingga pilpres akan digelar dalam dua putaran.

LSI menilai dalam pemilu dua putaran ini suara Prabowo akan meninggalkan pesaing lain seperti Megawati dan Aburizal. Tren suara Megawati selama satu tahun dinilai terus merosot dibandingkan suara Prabowo. Pada Februari 2010 suara Mega mencapai 9 persen dan turun menjadi 6 persen pada Februari 2012. Sedangkan Prabowo pada Februari 2010 meraup kurang dari 4 persen suara sedang pada Februari 2012 menjadi lima persen.

Prabowo juga dinilai relatif lebih siap menjadi presiden karena telah menyatakan diri secara resmi maju sebagai calon presiden pada 2014. Sedangkan calon dari Golkar, Aburizal, yang sudah mendeklarasikan diri belum bisa menyaingi suara Prabowo. Aburizal masih di bawah calon presiden dari Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa.

Pemilihan Presiden 2014 – Gerindra Yakin Mampu Usung Capres

JAKARTA- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengungkapkan keyakinan bahwa partainya mampu mengusung calon presiden (capres) pada Pilpres 2014.

Gerindra sudah bulat akan mengusung Prabowo Subianto. Bermodal logistik yang mumpuni, Gerindra yakin bisa meraup suara signifikan pada pemilu legislatif sehingga memenuhi syarat mengusung capres sendiri. Dengan mesin partai yang memadai, Gerindra pun sangat optimistis Prabowo akan mengalahkan caprescapres lainnya.

“Saya kira kalau berbicara logistik setiap yang maju harus memikirkan itu. Kekuatan logistik menentukan kemenangan,” katanya di Jakarta, kemarin. Fadli memaparkan, secara logistik Prabowo cukup kuat. Namun, hal itu bukan alasan kuat kenapa Gerindra mencalonkan Prabowo.

Dia menegaskan, Prabowo diyakini akan membawa perubahan kepemimpinan yang lebih baik. “Kami tidak khawatir dengan masalah logistik karena itu sudah dihitung sejak awal.Kami lebih menekankan kepemimpinan bangsa ke depan,” ujar Fadli. Dengan modal logistik yang sudah aman itu, lanjut dia, pihaknya tinggal menajamkan visi misi capres agar bisa meyakinkan rakyat dan memenangkan pilpres.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Patrice Rio Capella kembali menyatakan bahwa partainya akan mengusung Surya Paloh sebagai capres di Pilpres 2014. Dia mengatakan, Surya punya kapasitas dan track record yang cocok untuk menjadi RI-1. “Melihat kapasitas dan integritas beliau,wajar Pak Surya Paloh menjadi bakal capres. Tapi kami belum memastikan waktu pengumuman resminya, ” kata Rio di Jakarta,kemarin.

Menurut dia, NasDem punya modal mesin partai yang solid untuk bisa mengusung capres di 2014 mendatang.Meski partai baru, antusiasme masyarakat menyambut kehadiran NasDem cukup tinggi karena diharapkan membawa perubahan. “Namun kita tidak mau gegabah. NasDem akan melihat perolehan suara pemilu legislatif sebelum memunculkan capres,”papar Rio.

Di tempat terpisah, Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning memperkirakan Megawati Soekarnoputri siap dicalonkan kembali sebagai presiden apabila partai memang meminta dan mendaulatnya. “Tandatanda seorang kader seperti itu, harus siap apabila menerima amanat dari partai dan saya percaya kalau memang suarasuara di PDIP menginginkan seperti itu, Mbak Mega pasti siap menerima pencalonan tersebut,” ujar Ribka.

Dia menegaskan, capres dari PDIP akan diputuskan melalui mekanisme yang ada, bukan oleh orang per orang. Keputusan itu juga akan melibatkan arus paling bawah, yaitu anak ranting hingga tingkat DPC dan DPD.“Ada aturan main, tidak grasa-grusu,” katanya.

Disinggung mengenai usia Megawati yang sudah 64 tahun, Ribka menyatakan bahwa hingga hari ini putri Bung Karno itu masih sehat,tegas dalam bertindak, dan cerdas dalam mengambil keputusan. Dalam memimpin rapat-rapat di DPP PDIP,Megawati masih sanggup berjam-jam, sementara kader yang lain sudah kelelahan.

Gerindra: Capres Butuh Logistik Kuat Seperti Prabowo

Jakarta – Gerindra menilai seorang capres membutuhkan logistik yang kuat untuk memenangkan pemilu 2014. Karena itu Gerindra yakin sekali di pilpres nanti akan didominasi politisi senior alias tua.

Para politisi senior dipandang lebih mapan. Terutama kematangan finansial.

“Tokoh muda itu hanya masalah waktu. Sekarang ini sampai 2014 saya nilai didominasi oleh tokoh senior yang memang mapan,” tutur Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.

Hal ini disampaikan Fadli dalam Talk Show DPD RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Demokrasi di Indonesia menurutnya sangat mahal. Karena itulah peran logistik sangat menentukan.

“Logistik dalam demokrasi seperti sekarang ini juga sangat menentukan. Kalau tidak ada logistik tentu susah menyampaikan program yang diusung kepada rakyat. Seperti iklan yang mahal dan sebagainya. Nggak tahu kalau yang punya TV barangkali bisa gratis,” tuturnya.

Karena itulah Gerindra tetap akan memunculkan Prabowo dalam pilpres 2014. Dengan logistik yang terbukti kuat meloloskan Gerindra dalam PT Pemilui 2009 lalu, diyakini Prabowo akan menjadi pesaing capres lainnya.

“Gerindra memang akan memunculkan Pak Prabowo dan kira harap mendapat dukungan rakyat dan memang ada momentum,”tandasnya.

Logistik Kuat, Gerindra Yakin Prabowo Menangkan Pilpres 2014

Jakarta – Partai Gerindra akan mengusung Prabowo Subianto menjadi capres dalam pemilu 2014. Bermodal logistik yang mumpuni, Gerindra yakin Prabowo akan mengalahkan capres lainnya.

“Saya kira kalau berbicara logistik setiap yang maju harus memikirkan itu. Kekuatan logistik menentukan kemenangan misalnya Obama yang sedang melakukan fund rising,” tutur Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

Hal ini disampaikan Fadli Zon dalam Talk Show DPD di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Secara logistik, menurutnya Prabowo cukup kuat. Hingga tak perlu terlalu risau saat kembali berlaga dalam pilpres 2014.

“Pak Prabowo kami yakin (menang). Kami yakin ada perubahan kepemimpinan kedepan sehingga kami tidak khawatir dengan masalah logistik karena itu sudah dihitung sejak awal,” tutur Fadli.

Apalagi, menurutnya, logistik Prabowo relatif bersih. Ia yakin Prabowo mengumpulkan uang secara halal.

“Logistik itu sangat vital dalam kampanye, dalam hal ini saya yakin secara track record bersih dan logistiknya halal. Bukan dari korupsi, mafia anggaran dan lain-lain,” pamernya.

Meski demikian, ia yakin logistik tak menjadi satu-satunya faktor kunci dalam pilpres 2014. Karena harus ada visi dan misi yang meyakinkan rakyat agar memilihnya.

“Tapi bagaimanapun tergantung pada visi misi capres agar bisa meyakinkan rakyat dan memenangkan pilpres,”tandasnya.