Posts

Prabowo Tambah Amunisi Gerindra Sulsel

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto akan menambah amunisi partainya di Sulsel.

Prabowo melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulsel melakukan rekrutmen kepengurusan di tingkat DPD dan DPC Gerindra se-Sulsel.

“Kita diamanahkan untuk menambah pengurus. Selama ini di DPD Sulsel hanya 25 pengurus, jadi kita ingin tambah menjadi 45 orang dengan kuota 30 persen perempuan. Pengurus. DPC dari 17 menjadi 25 oran atau lebih,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra bidang info dan Komunikasi Suwardi Tahir, Makassar, Minggu (8/4/2012)

“Bagi tokoh atau meraka yang berdomisili berasal dari Luwu Raya, Bone Soppeng Wajo Bosowa serta warga dari berbagai daerah se Sulsel yang berminat menjadi pengurus DPD dan DPC silakan berhubungan dengan sekretariat DPD atau sekretariat DPC masing kab/kota,” Suwardi menambahkan.

Syahiran Pimpin Gerindra Pasbar

Pasbar, Padek—Kisruh tiga kepengurusan yang terjadi di tubuh DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) berakhir. Teka-teki siapa yang memimpin DPC Partai Gerindra kini terjawab sudah.

Ini ditandai dengan keluarnya surat dari DPP Gerindra pusat bernomor 08-0111/B/DPP-Gerindra/2011 tentang pengesahan SK DPP Partai Gerindra nomor 06-0751/kpts/DPP-Gerindra/2011 tanggal 30 Juni 2011 yang menetapkan susunan kepengurusan DPC Partai Gerindra Pasbar masa bakti 2010-2015 di bawah kepemimpinan Syahiran sebagai ketua, Ratno sekretaris dan Algery Adnan sebagai bendahara.

SK tersebut ditandatangani langsung ketua DPP Partai Gerindra Suhardi, Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani dan disetujui oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Demikian ditegaskan Ketua DPC Partai Gerindra Pasbar, Syahiran didampingi sekretaris Ratno pada wartawan di Simpang Ampek kemarin (21/9). Turunnya SK DPP Partai Gerindra itu untuk menjawab surat dari kepala kantor Kesbangpol dan Linmas Pasbar nomor : 210/677/KKBPLM/2011 tanggal 25 Juli yang mempertanyakan tentang keabsahan kepengurusan DPC Partai Gerindra Pasbar serta meminta penegasan kepengurusan DPC Partai Gerindra Pasbar.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesbangpol Linmas menerima tiga surat terkait kepengurusan DPC Partai Gerindra Pasbar, masing-masing dipimpin Asmui Toha, Indra Jaya dan Syahiran. Namun, dalam surat DPP yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kesbangpol Linmas Pasbar dinyatakan bahwa SK DPP Partai Gerindra nomor 06-0611/kpts/DPP-Gerindra/2011 tanggal 8 Juni tentang susunan personalia DPC Partai Gerindra Pasbar telah dicabut berdasarkan SK DPP Partai Gerindra nomor 06-0751/kpts/DPP-Gerindra/2011 tanggal 30 Juni tentang susunan personalia DPC Pasbar.

“Seiring dengan telah dikeluarkannya SK DPP itu, maka keraguan tentang kepengurusan DPC Partai Gerindra Pasbar telah selesai,” tegas Syahiran. Seiring dengan itu, DPP berpesan agar para pengurus dan kader partai dapat saling bahu membahu membangun dan membesarkan partai serta bekerja untuk kepentingan masyarakat luas.

“Semuanya telah terjawab dalam SK tersebut. Kini tinggal bagaimana kita bersama-sama membangun partai ini menjadi lebih besar dan berwibawa di mata masyarakat serta mampu menjadi pemenang pada pemilu mendatang. Untuk itu, saya mengajak kepada semuanya untuk mendukung kepengurusan DPC yang baru ini demi kebesaran partai Gerindra ke depan,” imbau Syahiran.

SBY-Prabowo Berkomunikasi Soal Pergantian Menteri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rencana perombakan kabinet dipastikan akan terjadi. Kini, bisik-bisik terkait rencana ini, pun terungkap, salah satunya ada komunikasi yang sudah terjalin antara Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dengan mantan Pangkostrad yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto.

Apakah keduanya berkomunikasi terkait reshuffle kabinet? Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Humas Dan Media Massa, Asrian Mirza khusus kepada Tribunnews.com tak memungkiri komunikasi sesama purnawirawan TNI, SBY dan Prabowo Subianto memang terjadi. “Kalau ditarik-tarik terkait rencana reshuffle kabinet, saya belum tahu. Dan sampai rapat di DPP kemarin, belum ada pembahasan atas tawaran resmi soal itu. Yang jelas, keduanya berkomunikasi karena keduanya berteman, apalagi sesama purnawirawan dan sama-sama menjabat sebagai dewan pembina partainya masing-masing,” kata Asrian, Jumat (23/09/2011).

Asrian, secara diplomatis kemudian berujar, bukan hal yang tak mungkin bila tawaran kepada Gerindra, terkait perombakan kabinet akan kembali dilakukan. Ia menegaskan, Gerindra sebelumnya juga sudah ditawari posisi menteri beberapa waktu lalu, namun tak terealisasi. “Saat Hari Raya Idul Fitri kemarin, Pak Prabowo datang ke rumah Pak SBY, bersilaturahmi. Termasuk komunikasi lain, juga dilakukan. Namun, memang belum ada kalau ditanya sekarang, apakah sudah ada pembicaraan terkait rencana perombakan kabinet,” kata Asrian.

Kalaupun ada tawaran kembali, lanjut Asrian lagi, Gerindra tentunya akan menimbang-nimbang baik buruknya bila tawaran itu diterima atau tidak. Yang jelas, ada mekanisme resmi di partai setiap membuat keputusan. “Kalau pun ada lagi tawaran itu, ya kami pikir-pikir dulu, dirapatkan dan dibahas resmi di partai. Dan bukan sesuatu hal yang mustahil, tawaran itu ada lagi,” demikian Asrian Mirza.

Bangun Konfederasi, Gerindra Bersekutu dengan 6 Parpol

Partai Gerindra terus memperkuat jaringan menuju Pemilu dan Pilpres 2014. Sebagai ancang-ancang, partai politik besutan Prabowo Subijanto tersebut berencana membangun konfederasi dengan 6 yang disebutnya sebagai sekutu. Rencana ini diungkapkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, usai rakernas di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta. Acara berlangsung pada Sabtu (29/10/2010).

“Ada enam partai sekutu yang akan menandatangani kontrak konfederasi. Yakni Partai Buruh, Partai Merdeka, PPNUI, PNI Marhaenisme, Partai Kedaulatan dan Persi,” ujar Prabowo. Mantan Danjen Kopassus ini menuturkan, bisa saja di dalam perkembangannya jumlah partai sekutu anggota konfederasi Gerindra akan bertambah. Sebab, sejauh ini masih ada partai politik yang sudah menyatakan kesediaan untuk bergabung tapi belum bisa memutuskannya.

“Ada yang masing menunggu muktamar dan munas masing-masing,” terang Prabowo. Bentuk konfederasi ini akan berlangsung hingga menjelang persiapan mengikuti Pemilu 2014. Tahap selanjutnya partai-partai ini akan melebur dengan Gerindra.

“Ini sebagai permulaan. Mereka kemudian akan melebur sebelum Pemilu 2014,” terang Prabowo. Prabowo menuturkan, Gerindra membuka pintu seluas-luasnya kepada partai lain untuk bergabung dalam konfederasi tersebut. Gerindra menjamin konfederasi akan tangguh dan memihak kepentingan rakyat. “Karena ini adalah suara dari bawah kita terbuka. Siapapun yang merasa cocok dengan manifesto perjuangan kita, kami dengan gembira mengajak bahu-membahu bersama kami,” ajaknya.

Prabowo menyerang Boediono

Cawapres Boediono mulai berani menyerang pada debat kedua calon wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (30/6) malam kemarin di Ruang Birawa, Gedung Bidakara, Jakarta. Perlawanan Boediono dilakukan setelah cawapres Prabowo dan cawapres Wiranto beberapa kali menyentil dalam acara debat yang kali ini bertema ‘Meningkatkan Kualitas Hidup’ yang difokuskan pada isu kesehatan dan pendidikan.

Di awal acara, debat yang dimoderatori Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Fahmi Idris ini terlihat cair. Ketiga cawapres diberi kesempatan saling menanggapi sosok pribadi masing-masing. Di antara ketiganya, Wiranto mengaku mengenal sosok Prabowo Subianto dan Boediono, begitu pula sebaliknya. Sementara Prabowo Subianto dan Boediono tegas mengatakan tidak kenal secara pribadi.

‘Saya kenal beliau aktif di militer, bukan kenal secara pribadi, tetapi kan nama beliau sudah beken. Waktu itu di pemerintahan begitu juga sudah mengenal beliau,’ kata Boediono. Sementara Prabowo mengatakan, Boediono adalah sosok akademisi, intelektual, dan mengabdi kepada bangsa dan negara cukup lama. Meski diakuinya tidak kenal secara pribadi, karena tidak pernah bertugas bersama.

Namun, suasana cair yang dibangun terlihat agak tegang saat acara debat memasuki sesi pertanyaan dengan saling menanggapi pernyataan antarcawapres. Perlawanan Boediono terlontar saat pertanyaan moderator mengenai langkah dan program cawapres tentang bagaimana policy, arah pendidikan bangsa ini ke depan dikaitkan dengan pendidikan keterampilan dan akademik.

Boediono yang mendapat giliran pertama menjawab bahwa pendidikan adalah kunci. Untuk itu, harus cermat menggunakan 20 persen yang diamanatkan konstitusi dan harus tepat dalam menentukan arah pendidikan itu. ‘Jangan dipatok mati, nanti tidak fleksibel antara kejuruan dan umum, barangakli rasionya 60 kejuruan, dan 40 umum,’ kata Boediono.

Untuk memastikan akan digunakan atau tidak, tergantung situasi dari waktu ke waktu. Terpenting, kata Boediono, yang diperlukan adalah kualitas manusia Indonesia yang memerlukan pendidikan mendasar seperti logika dan penghitungan mendasar yang dimulai dari bawah.

Cawapres Wiranto yang diberi kesempatan menanggapi, mengawalinya dengan nada bercanda, boleh dekat-dekat, sambil menuju arah Boediono. Dia lalu berpendapat bahwa sebagian setuju, sebagian kurang sependapat, karena menceredaskan pendidikan bangsa adalah tugas negara. Padahal, globalisasi diwarnai persaingan luar biasa. Karena itu, globalisasi harus yang berdaya saing agar tidak kalah dengan bangsa lain. ‘Untuk itu, bagi saya antara keterampilan dan akademi, kita kekurangan dengan apa yang disebut manajemen modern. Harus ada keseimbangan antara kejuruan dan umum. Salah antisipasi, kita akan kalah,’ ujarnya.

Sementara cawapres Prabowo meresponsnya dengan mengatakan bahwa jawaban Boediono terlalu normatif. Memang tidak ada salah, tetapi itu seperti jawaban akademis, jawaban sekolah. ‘Masalahnya yang kita hadapi sekarang adalah dari mana uangnya,’ tanyanya.

Diakuinya, dirinya menyadari bahwa pendidikan vital, pendidikan kunci dari perubahan strategi baru, paradigma baru, haluan baru. ‘Ini koreksi dari satu keadaan yang tidak mau membawa kesejahteraan kepada rakyat Indonesia,’ sindirnya.

Mendengar sindiran tersebut, Boediono mulai berani menunjukkan perlawanannya. Dia mengatakan bahwa program yang ditawarkan Prabowo jika terpilih hanya program impian belaka. Uang dikatakan Prabowo dapat diperoleh dalam jumlah ratusan triliun dalam tempo dua tiga tahun melalui penjadwalan utang, yang dibenarkan PBB dan millennium development goal, menurut Boediono, tidak akan terealisasi. Itu suatu yang perlu dikaji kembali.

‘Tidak mungkin kita mendapatkan jumlah cukup besar, sehingga kemudian dapat melipatkan dua kali anggaran dengan penjadwalan utang. Ini adalah kenyataan dunia, kenyataan yang kita hadapi. Bukan mimpi. Oleh karena itu, kita harus kongkret, realistis, apa yang kita lakukan satu dua tahun ke depan. Yang paling penting adalah kemampuan membiayai dari dalam negeri dan membatasi pengeluaran-pengeluaran,’ ujarnya.

Sindiran Boediono tersebut, dijawab kembali Prabowo saat diberi kesempatan pada sesi penutupan acara debat. ‘Tadi Pak Boediono mengatakan saya hanya tebar impian. Bukan impian Pak Boediono. Yang kami tebar adalah harapan baru, atau kita laksanakan suatu perubahan besar,’ kata Prabowo.

Bahkan, Prabowo mengatakan apakah masih perlu melanjutkan program yang sudah jelas tidak mampu membawa rakyat ke arah perubahan. ‘Kita merebut kembali kedaulatan ekonomi, kita rebut kembali kekayaan nasional kita. Kembali untuk dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia semua. Itu pilihan yang ada di depan kita. Ibu Mega dan saya sendiri mengajak mari kita lakukan perubahan besar,’ kata Prabowo