Posts

Gerindra--Redenominasi-Rupiah-Tidak-Prioritas

Gerindra : Redenominasi Rupiah Tidak Prioritas

Gerindra--Redenominasi-Rupiah-Tidak-Prioritas

JAKARTA, KOMPAS.com – Kebijakan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk redenominasi bukan kebijakan prioritas dan hanya menghamburkan anggaran. Ada masalah lain yang lebih penting ketimbang redenominasi.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, Minggu (27/1/2013), ketika menyoroti kebijakan redenominasi yang tetap dijalankan meskipun banyak diprotes.

Sebelumnya Menkeu berpandangan bahwa perlu dilakukan penyederhanaan jumlah digit rupiah agar nilai rupiah tidak dinilai terlalu rendah.

Menurut Fadli Zon, redenominasi perlu dilakukan saat hiperinflasi. “Sekarang masalahnya bukan hiperinflasi tapi pemerataan ekonomi timpang. Seharusnya ketimpangan ini yang diselesaikan dulu,” katanya.

Dengan redenominasi ini maka akan dicetak pecahan mata uang baru. Saat ini, menurut anggota Fraksi Gerindra di Komisi XI DPR, Sadar Subagyo, BI menghabiskan Rp 8,3 triliun untuk mencetak uang tiap tahunnya. Diperkirakan kebijakan redenominasi ini bisa menghabiskan online casino anggaran Rp 100 triliun. Anggaran sebesar ini sangat berpeluang menjadi incaran bersama para pemburu rente.

Efek redenominasi pun besar implikasinya. Masyarakat akan merasa uang yang dipegangnya murah sehingga ketika harga sedikit naik bisa dipandang sesuatu yang wajar dan tak masalah.

Dalam prosesnya, kebijakan ini pun belum menyelesaikan mekanisme prosedural di DPR. Belum ada penjelasan mendalam tentang apa substansi redenominasi rupiah dan belum jelas juga bagaimana Kementerian Keuangan akan menjelaskan ke DPR. “Bahkan DPR belum terima draft RUU redenominasi, namun Kemenkeu sudah melakukan konsultasi publik,” ujar Sadar.

“Redenominasi harus dibatalkan,” kata Fadli. Tak ada urgensi ekonomi terhadap ini. Jangan hanya didasarkan pada gengsi semata. Sementara masih banyak masalah ekonomi lain yang harus segera direspon dan prioritas seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan.

“Fraksi Gerindra di DPR akan tegas menolak rencana redenominasi ini,” tandas Fadli.

Editor :Tjahja Gunawan Diredja

Sumber: kompas.com

Fadli Zon Gerindra Wadah Perjuangan bagi Masyarakat

Fadli Zon: Gerindra Wadah Perjuangan bagi Masyarakat

Fadli Zon Gerindra Wadah Perjuangan bagi Masyarakat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu 2014 yang membuka kesempatan kepada semua elemen masyarakat (non-kader) menjadi bakal calon legislatif (Caleg). Terhitung mulai pekan lalu, pengrekrutan dibuka umum hingga 28 Februari mendatang.

Fadli Zon, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengungkapkan sejauh ini sudah banyak tokoh-tokoh maupun masyarakat yang ingin menjadi bakal caleg di Partai Gerindra.

“Umumnya baru tahap mengambil formulir dan mengisi formulir. Namun ada syarat-syarat yang harus dilengkapi sesuai syarat dari KPU,” ungkap Fadli kepada Tribunnews.com, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Fadli tegaskan, maksud perekrutan Caleg dari luar kader, tak lain sesuai visi dan misi Partai sendiri. Yakni, Gerindra adalah partai terbuka dan partai rakyat. Artinya, Gerindra bukan hanya milik kader tapi juga milik masyarakat.

“Ini wadah perjuangan. Kami ingin semakin banyak orang baik mau berkiprah di dunia politik,” tegasnya.

Sumber: tribunnews.com

Prabowo: Saya Minta Cawapres Muda

Bali – Calon Presiden (Capres) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto sudah memasang tokoh muda untuk menjadi cawapresnya di 2014.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) Petrus Sunyoto. Dia mengaku jika Prabowo meminta kriteria orang muda untuk calon wakil presiden yang akan mendampinginya di 2014.

“Cawapres Pak Prabowo dari kalangan muda,” jelas Petrus usai menggelar pertemuan dengan jajaran pengurus DPD Gardu Prabowo Bali, Kamis (14/6/2012).

Petrus mengaku bahwa Prabowo pernah menyampaikan kepadanya bahwa tokoh yang saat ini mencuat ke permukaan terbilang tokoh tua.
Lebih jauh, Petrus memaparkan berdasarkan hasil survei jika duet Prabowo-JK mendulang suara signifikan. Namun Prabowo menolak paket tersebut.

“Pak JK biar jadi Bapak Bangsa saja. Saya ingin tokoh muda,” kata Prabowo, seperti yang dituturkan Petrus. Prabowo mengaku tak akan bisa menyelesaikan masalah bangsa ini kalau tidak dibantu oleh tokoh-tokoh muda.

Sementara itu, Gardu Prabowo akan terus membawa Prabowo Subianto untuk memenangi Pemilu 2014 mendatang. Gardu Prabowo sendiri, dibentuk atas dasar memurnikan kembali gagasan Prabowo terhadap ke-Indonesia-an yang diusung Partai Gerindra. [gus]

cover GIR 14_Prabowo Subianto

Prabowo Subianto Kita Harus Rebut Hati Rakyat

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan bahwa rakyat saat ini membutuhkan pemimpin yang bersih dan jujur. Harapan rakyat akan pembaruan kepemimpinan di masa mendatang segera diwujudkan. Sebab, sejatinya rakyat menginginkan seorang pemimpin yang bersih.

“Rakyat dimana-mana mencari pemimpin yang bersih dan jujur. Dimana-mana rakyat sudah bosan dengan pemimpin yang korupsi,” katanya di hadapan ribuan kader Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) pada saat peresmian kantor GRIB di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu 20 Mei 2012.

Menurut Prabowo, rakyat sudah bosan dengan janji-janji palsu para pemimpin. “Rakyat sudah bosan dengan kata-kata manis, ulah-ulah penuh janji tetapi ketika berkuasa kerjaannya nyolong atau mencuri hak rakyat,” ujarnya.

Karena itu Prabowo minta kepada GRIB agar bisa merangkul dan meyakinkan rakyat untuk melakukan perubahan. “Kita harus bahu membahu bekerja untuk kepentingan bangsa dan Tanah Air. Harapan rakyat adalah menginginkan pembaruan,” tegasnya. Untuk mewujudkan perubahan itu maka rakyat harus lebih dulu berubah jika ingin negara ini berubah.

GRIB dan kader Partai Gerindra, lanjut Prabowo, harus meyakinkan rakyat bahwa perubahan dan perbaikan akan datang kalau rakyat memiliki kesadaran. “Kita harus merebut hati rakyat. Meyakinkan rakyat bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa kalau rakyatnya tak mau berubah,” kata mantan Pangkostrad itu seraya menambahkan, “GRIB dan kader Partai Gerindra harus membantu dan mengajak rakyat sehingga rakyat sadar bahwa rakyat sendiri yang harus memimpin perubahan itu.”

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu memberi contoh tentang ibukota Jakarta yang sedang mencari pemimpin (gubernur). Menurut Prabowo, Jakarta merupakan ibukota sebuah negara yang kaya. Namun, Jakarta saat ini masih sangat semrawut. Karena itu Jakarta memerlukan pemimpin yang bisa mengubah ibukota itu menjadi lebih baik. Ini menunjukkan keinginan rakyat untuk sebuah perubahan.

“Rakyat ingin perubahan. Rakyat ingin pembaruan. Rakyat ingin pemimpinnya bersih, pejabatnya mau mengabdi kepada rakyat. Kita ingin pemimpin yang membela kepentingan rakyat bukan hanya merekayasa untuk kepentingan pribadi,” tandas Prabowo.

Dalam rangka mencari pemimpin untuk DKI Jakarta, Prabowo mengaku sudah mencari orang yang pantas untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Kami sudah cari dan yang pantas adalah Joko Widodo dan Basuki Purnama (Ahok). Keduanya pernah menjadi walikota dan bupati tapi tak memperkaya diri, tidak menipu rakyat, peduli dan melayani rakyat,” paparnya.

Putra Begawan Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu menegaskan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bersih dan tidak menipu rakyat. Dalam pengajuan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Jakarta itu, Prabowo mengatakan, tidak memandang suku dan agama, melainkan memilih yang terbaik untuk rakyat.

Dia lalu mencontohkan pencalonan Basuki Purnama (Ahok). “Basuki adalah keturunan Tionghoa dan Nasrani, tetapi dia dipilih oleh warga Belitung Timur yang 94% adalah Islam. Rakyat Belitung Timur tidak melihat agama tetapi orangnya. Pemimpin yang mau mengabdi kepada rakyat,” ucap Prabowo.

Gerindra Siap Mengawal Prabowo Hingga 2014

Gerindra Siap Mengawal Prabowo Hingga 2014

Jakarta – Partai Gerindra meyakini jika isu pelanggaran HAM dan pemecatan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dari TNI akan digunakan menjelang 2014. Hal ini dilakukan untuk menjegal langkah Prabowo di 2014.

“Itu tak tertutup kemungkinan akan dipakai menjelang 2014. Pak Prabowo sudah diperiksa atas kasus itu dan tidak terbukti beliau bersalah,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Edhy Prabowo kepada INILAH.COM, Rabu (23/5/2012).

Menurutnya, meski Prabowo banyak dilirik oleh partai-parati untuk dijadikan kandidat di 2014, namun banyak pihak juga yang ingin menjegal langkahnya di 2014.

“Siapa pun lawan politiknya tentu tak ingin melihat calon kami maju dengan mulus. Namun kami sudah siap menghadapi dan dengan pengalaman sekarang ini kami yakin akan kuat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat memasukkan nama Prabowo Subianto dalam nominasi kandidat Capres. Pasalnya Prabowo memiliki pengalaman yang mumpuni untuk dijadikan Capres.

Meski memiliki kemampuan yng mumpuni, Partai Demokrat melihat Prabowo masih memiliki kekurangan dan kekurangan itu akan memberatkan Prabowo di 2014. Salah satu kelemahan Prabowo yakni pernah tersangkut kasus pelanggaran HAM.[jat]