Posts

Hadapi Pemilu 2014, Gerindra Siapkan 50 Doktor

Foto: Andi Nur Hamdi

TRIBUNNEWS.COM, PURWOREJO – Pemilu 2014 yang sudah di depan mata pun membuat sejumlah partai mempersiapkan diri. Hal itu pula yang dilakukan oleh Partai Gerindra. Menghadapi Pemilu 2014 mereka mempersiapkan kader-kader yang berkompeten.

“Kami telah memiliki 50 orang doktor yang siap bekerja untuk menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Bangsa Indonesia. Strategi tersebut kami sebut ‘Strategi Besar Transformasi Bangsa,'” kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ketika melakukan kunjungan ke Purworejo di Gedung Pertemuan Jati Indah Purworejo, Sabtu (9/2/2013). Kunjungan ini selain sebagai silaturahmi dengan masyarakat Purworejo, juga sebagai acara rangkaian ulangtahun ke-5 Gerindra.

Karena itu ia berharap, melalui program tersebut partai Gerindra bisa melakukan transformasi bangsa. Satu bentuknya adalah mengubah Indonesia yang masih banyak terdapat korupsi menjadi bersih dari korupsi.

Prabowo di hadapan ratusan kader dan simpatisan Partai Gerindra wilayah Purworejo dan sekitarnya memaparkan, setiap tahunnya tidak kurang 50 triliun kekayaan bangsa bocor. Hal tersebut menjadi hal yang sangat disayangkannya.

“Kalau kita punya pemerintahan bersih, setiap tahunnya kita punya dana lebih sebesar 50 triliun. Bayangkan pembangunan yang bisa dilakukan dengan dana tersebut,” jelasnya.

Selain pemerintahan yang penuh korupsi, putra begawa ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini juga melontarkan kritik pada kesenjangan sosial. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang ironis.

“Bangsa ini kaya, tapi rakyatnya miskin. Penyebabnya, terlalu banyak pemimpin yang bohong dan ingkar terhadap rakyatnya. Mereka mengkhianati kepercayaan rakyat. Karena itu kita perlu melakukan perubahan melalui upaya menghidupkan kesadaran. Nasib kita ada di tangan kita sendiri,” katanya.(*)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

Sumber: tribunnews.com

Prabowo Subianto Hadir di Purwokerto

PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir di Purwokerto, Sabtu (9/2). Ia bakal menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan calon bupati dan wakil bupati Mardjoko-Gempol Suwandono (Djempol) dalam Pilkada Banyumas 2013.

Pasangan Djempol diusung oleh Partai Golkar, Gerindra dan Hanura. Pasangan ini akan menggelar kampanye terbuka di GOR Satria Purwokerto mulai pukul 10.00.

Bambang Eko Suratmoko, ketua Tim Pemenangan Djempol, mengatakan diperkirakan sekitar 100 ribu orang akan menghadiri kampanye tersebut. Kehadiran Prabowo merupakan bentuk soliditas dukungan yang diberikan partai-partai pengusung.
“Partai Gerindra adalah salah satu partai yang mendukung pencalonan Mardjoko-Gempol, selain Partai Golkar, Hanura dan sembilan partai non parlemen lainnya. Melalui kehadiran Prabowo ini, kami ingin menunjukkan kami solid mendukung Mardjoko-Gempol agar terpilih menjadi Bupati Banyumas periode 2013-2018,” jelasnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas, Budiyono mengatakan, partainya akan menggerakkan dan mengerahkan segala kekuatan untuk menyambut kehadiran Prabowo sekaligus menghantarkan pasangan Mardjoko-Gempol sebagai Bupati-Wakil Bupati periode 2013-2018.

Selain menghadirkan Prabowo sebagai jurkam utama kampanye tersebut, tim pemenangan Mardjoko-Gempol, juga akan menghadirkan jurkamnas Partai Golkar, yakni Nurul Arifin dan Tantowi Yahya.
( Budi Setyawan / CN32 / JBSM )

Sumber: suaramerdeka.com

Prabowo: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi

“Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi.”
— Prabowo Subianto

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika merayakan ulang tahun ke-5 Partai Gerindra, Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto mengatakan, Gerindra siap menghadapi Pemilu 2014.

“Pak Prabowo menyatakan, Gerindra bukan tempat bagi koruptor,” kata Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, Rabu (6/2/2013).

Fadli juga menyampaikan kesiapan Gerindra menghadapi Pemilu 2014. “Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” kata Fadli Zon mengulangi ucapan Prabowo dalam perayaan HUT Gerindra.

Fadli Zon mengatakan, Partai Gerindra berupaya membentuk wajah demokrasi Indonesia. Hingga saat ini kader-kader Partai Gerindra masih on the right track, tidak ada yang tersangkut kasus korupsi. Hal ini bukan hal yang mudah, di tengah desain politik yang liberal.

Ia mengatakan, Partai Gerindra berusaha untuk mempertahankan karakter, misalnya dengan melarang anggota legislatifnya jalan-jalan ke luar negeri berkedok studi banding. “Gerindra adalah satu-satunya partai yang melarang,” kata Fadli Zon.

Partai Gerindra aktif pula mendorong proses hukum skandal korupsi besar dan menjaga agar harga pangan tetap terjangkau oleh rakyat. Tujuannya adalah untuk membela kepentingan nasional.

Editor :Robert Adhi Ksp

Sumber: kompas.com

Prabowo: Gerindra Selalu Bersama Rakyat

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berkomitmen bersama rakyat. “Hidup bersama rakyat dan selalu menjadi pembawa aspirasi rakyat,” kata Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto pada Haul ke-5 Gerindra di Kantor DPP Gerindra Jakarta, Rabu (6/2).

Prabowo mengatakan, Gerindra lahir dari rahim rakyat. Dan, tambah dia, sudah menjadi tekad Gerindra membela kepentingan nasional demi menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bekas Pangkostrad ini memahami, Gerindra termasuk masih belia sebagai partai. Tapi, tegas dia, “Gerindra sudah mampu melakukan terobosan fenomenal dalam membentuk wajah demokrasi Indonesia. Gerindra menjadi harapan banyak orang dan makin mendapat dukungan masyarakat.”

Menurut Prabowo, di tengah maraknya praktik korupsi yang melanda banyak partai, hingga saat ini kader Gerindra masih on the right track. Konsisten menjaga amanah. Mereka aktif menjadi garda terdepan penanggulangan bencana serta aktif menjaring aspirasi konstituen sebagai bukti kepedulian pada rakyat.

Partai Gerindra aktif pula mendorong proses hukum skandal korupsi besar dan menjaga agar harga pangan tetap terjangkau rakyat. Gerindra juga menjadi satu-satunya partai yang melarang anggota legislatifnya jalan-jalan ke luar negeri berkedok studi banding.

Prabowo menegaskan, hingga saat ini, belum ada anggota DPR dari Gerindra terlibat korupsi. Tentu, hal ini bukan hal mudah di tengah desain politik liberal. Konsistensi politik Gerindra adalah sikap dan karakter yang tak mudah untuk dipertahankan dalam situasi saat ini.

“Alhamdulillah, kami masih kuat mempertahankannya. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Gerindra bukan tempat bagi koruptor,” tegas Prabowo.(Willy/Ich)

Sumber: metrotvnews.com

Prabowo Subianto: Empat Tantangan Berat Indonesia

Indonesia menghadapi empat tantangan berat, yaitu menyusutnya cadangan minyak bumi, gas alam, dan batubara; ledakan penduduk; pemerintahan yang lemah, tidak efisien, dan korupsi yang meluas, serta ketimpangan struktural yang menimbulkan ketidakadilan.

Oleh: Budi Sucahyo

Kursi yang tersedia di tempat berlangsung ceramah umum Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hotel Mandarin Marina, Singapura, sudah terisi penuh. Masyarakat Singapura dan Indonesia yang berada di sana tampak begitu antusias ingin menyaksikan ceramah umum itu. Bahkan, banyak aplikasi pendaftaran untuk mengikuti ceramah umum itu ditolak karena kuota kursi sudah habis.

Pada 1 Agustus 2012, Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Nanyang Technological University (NTU), Singapura, mengundang Prabowo Subianto untuk berbicara dalam sebuah ceramah umum. Prabowo menyampaikan ceramah umum bertema “Indonesia Facing the Future: Challenge for the Next 20 Years”. Prabowo Subianto adalah orang Indonesia pertama diundang memberi ceramah umum dalam kapasitas sebagai salah satu calon kuat pemimpin Indonesia 2014. RSIS juga berencana akan mengundang beberapa calon pemimpin lainnya.

Sekitar 200 tamu menghadiri ceramah umum ini. Mereka antara lain Duta Besar Indonesia untuk Singapura Andri Hadi dan wakilnya Kenssy D. Ekaningsih; Duta Besar Timor Leste untuk Singapura dan Brunei, Roberto Sarmento de Oliveira Soares; Sudradjat Djiwandono dan Bianti Djiwandono; Hashim Djojohadikusumo; Didit Hadiprasetyo; Fadli Zon; serta para akademisi, masyarakat bisnis, dan wakil organisasi masyarakat.

Mengenakan jas dengan dasi berwarna merah, Prabowo mengawali ceramah dengan menyampaikan pandangannya tentang Indonesia. “Saya ingin menyampaikan pandangan saya kepada forum ini bahwa Indonesia memang memiliki potensi riil untuk menjadi sebuah negara maju, sejahtera, dan modern pada abad ke-21 dan sesudah itu,” katanya.

Namun, lanjut Prabowo, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa potensi itu dapat diwujudkan hanya jika sejumlah tantangan besar dapat diatasi. Inilah inti ceramah Prabowo Subianto: Indonesia menghadapi empat tantangan berat, yaitu menyusutnya cadangan minyak bumi, gas alam, dan batubara; ledakan penduduk; pemerintahan yang lemah, tidak efisien, dan korupsi yang meluas; serta ketimpangan struktural yang menimbulkan ketidakadilan.

Mengenai tantangan pertama, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghabiskan sekitar 500 juta barel setiap tahun dengan kenaikan sebesar 10 juta barel per tahun. Cadangan minyak Indonesia yang sudah terbukti saat ini berjumlah 4,3 miliar barel. “Tanpa penemuan sumber minyak baru, cadangan minyak Indonesia akan habis dalam waktu 12 tahun. Ini berarti bahwa pada 2024 Indonesia harus mengimpor semua kebutuhan minyaknya dari negara lain atau menggantinya dengan sumber energi alternatif,” paparnya.

Tantangan kedua yang dihadapi Indonesia adalah ledakan penduduk. Prabowo mengungkapkan, sekarang Indonesia berpenduduk 241 juta jiwa. Menurut badan statistik Indonesia, setiap tahun penduduk naik 1,6%. Artinya, dalam jangka waktu 10 tahun, pertambahan penduduk Indonesia setara dengan enam kali penduduk Singapura. Dalam kurun waktu 10 tahun, pertambahan penduduk Indonesia melebihi jumlah penduduk Malaysia saat ini.

“Dalam waktu 20 tahun yang akan datang, penduduk Indonesia akan bertambah 76 juta mulut baru yang harus diberi makan. Akan ada tantangan untuk menyediakan perumahan, klinik, rumah sakit, dan paling penting lapangan kerja dan pangan,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu.

Jika Indonesia tidak mampu mengontrol pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana, lanjut Prabowo, terjadi kesenjangan antara jumlah penduduk dan penyediaan pangan. Krisis pangan ini bisa menimbulkan goncangan, pergolakan dan disintegrasi.

Berikutnya, tantangan ketiga adalah pemerintahan yang tidak efisien dan korupsi. Prabowo menggambarkan, tantangan ketiga ini sebagai sebuah lingkaran setan. Mengapa? Sebab, pemerintahan yang lemah mengakibatkan kerja yang tidak efisien. Kerja yang tidak efisien mengakibatkan korupsi. Korupsi mengakibatkan tidak adanya pembangunan, tidak adanya pertumbuhan ekonomi, dan tidak adanya layanan dasar masyarakat. “Kesenjangan dan ketimpangan biasanya menyebabkan negara lemah atau bahkan gagal,” ucapnya.

Terakhir, tantangan keempat adalah struktur perekonomian yang tidak seimbang. Prabowo mencontohkan sirkulasi uang di Indonesia. Sebanyak 60% dari seluruh uang di Republik Indonesia beredar di ibukota Jakarta. Sebanyak 30% beredar di 32 kota lainnya. Hanya 10% dari uang yang beredar di seluruh Indonesia ada di pedesaan. Sementara 60% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. “Ini berarti 10% dari seluruh uang yang beredar di Indonesia dinikmati 60% penduduk Indonesia,” ujarnya.

Prabowo juga memberi ilustrasi lain, yaitu persebaran uang di antara penduduk dilihat dari rekening di bank-bank seluruh Indonesia. Hanya 0,1% dari jumlah rekening menguasai 37% deposito. Mayoritas rekening memiliki tabungan di bawah Rp 100 juta tetapi hanya menguasai 18,5% dari uang itu. “Adalah sebuah kenyataan bahwa 0,17% warga Indonesia mengontrol 45% dari Pendapatan Nasional Bruto Indonesia,” kata putra Begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu.

Data anggaran negara juga menunjukkan ketidakseimbangan struktur ekonomi Indonesia. Buktinya, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tahun 2012 sebesar Rp 1.200 triliun, hanya 3% atau sebanyak Rp 36 triliun disediakan untuk sektor pertanian. Padahal, 60% warga Indonesia hidup di sektor pertanian.

Ketidaksemimbangan itu menunjukkan adanya kesenjangan struktur dalam perekeonomian Indonesia. Ketidakseimbangan ini akan menimbulkan perasaan tidak puas yang dalam, rasa ketidakadilan, dan rasa kesenjangan di kalangan warga miskin dan remaja. Ada perasaan bahwa setelah 67 tahun merdeka, kemajuan ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang.


Strategi Dorongan Besar

Terhadap empat tantangan itu, Prabowo Subianto menawarkan sebuah strategi yang dinamakan sebagai Strategi Dorongan Besar. “Rencana itu saya namakan Strategi Dorongan Besar. Strategi ini untuk mencapai sejumlah tujuan secara serempak,” kata mantan Danjen Kopassus ini. Yaitu: Pertama, strategi itu memastikan persediaan pangan Indonesia. Kedua, strategi itu akan memungkinkan Indonesia untuk mandiri di bidang energi.

Lalu, ketiga, strategi itu akan menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan secara besar-besaran, menciptakan daya beli, meningkatkan konsumsi, dan mendorong pertumbuhan seluruh perekonomian Indonesia. Keempat, menurunkan kemiskinan, menciptakan daya beli, meningkatkan konsumsi, dan mendorong pertumbuhan seluruh perekonomian.

Kelima, menciptakan sumber pendapatan baru, pendapatan pemerintah, dan kemampuan anggaran nasional untuk memperbaiki tingkat gaji dan kualitas hidup pegawai negeri dan pejabat-pejabat penting pemerintah, yang pada gilirannya akan meningkatkan upaya untuk melenyapkan korupsi dari birokrasi dan aparatus pemerintah Indonesia.

Keenam, dengan tercapainya pemerintah yang kuat dan bersih, selanjutnya melaksanakan transformasi perekonomian Indonesia dari perekonomian berbasis komoditas/bahan mentah menjadi perekonomian industri maju modern berbasis ilmu pengetahuan.

Prabowo mengatakan, prioritas pembangunan Indonesia adalah menyediakan energi dan pangan yang sekaligus memberikan lapangan kerja. Untuk menjawab empat tantangan itu dibutuhkan pemimpin yang berani dan kuat. “Yang kita perlukan adalah solusi kreatif,” ujarnya.

Pada bagian lain ceramahnya, Prabowo memuji pencapaian para pemimpin Indonesia yang berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi 1998 dan menjadi negara demokrasi. Namun, ia juga menyayangkan para pemimpin mulai lengah menghadapi empat masalah besar itu.

Sumber: Gema Indonesia Raya