Posts

Gerindra Tak Permasalahkan Parpol Punya Beking Media

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak merasa ada masalah dengan para saingan parpol yang memiliki media. Menurutnya itu bagian dari demokrasi.

“Kalau saya anggap itu bagian dari demokrasi, memberi kesempatan seluas-luasnya bagi rakyat untuk terlibat dalam proses politik. Jadi kalau ada pribadi-pribadi buat partai lolos dan maju harus kita terima sebagai kekayaan kita. Tidak ada masalah, kita bersaing dalam gagasan, dalam program, kita bersaing dalam visi. Ujungnya positif,” kata Prabowo.

Hal itu disampaikannya usai memberikan pidato pembukaan Rakernas Tunas Indonesia Raya (Tidar), di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Jakarta, Jumat (18/11/2011).

Mantan Pangkostrad itu pun mengaku hal tersebut bukanlah hambatan dan bukanlah ancaman bagi partai Gerindra. Prabowo optimis dengan kiat-kiat yang ia miliki, Gerindra mampu menang Pemilu 2014.

“Tidak mengancam. Surya Paloh juga teman saya kok,” ujarnya yang tak ingin membeberkan seberapa dekat hubungannya dengan Bos Media Grup sekaligus Ketua Umum Nasional Demokrat (NasDem) itu.

Prabowo: Kader Tidak "Komit" Sebaiknya Mundur

Prabowo: Kader Tidak “Komit” Sebaiknya Mundur

Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan, kader partai yang tidak `komit` untuk membangun bangsa Indonesia dan bergabung dengan motivasi mencari keuntungan pribadi, sebaiknya mundur. “Kader Partai Gerindra yang ketahuan hanya mencari keuntungan untuk kepentigan sendiri, agar dikeluarkan,” kata Prabowo Subianto ketika memberi arahan kepada para kadernya pada acara halal bihalal di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, di Jakarta, Senin.

Prabowo menegaskan, kader Partai Gerindra harus memiliki komitmen yang kuat untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Dari pencermatannya selama ini, menurut Prabowo, sebagian besar kader Partai Gerindra tetap konsisten dengan komitmennya, meskipun ada juga kader yang mencoba bergabung dalam Partai Gerindra untuk mencari kekayaan dan kepentingan pribadi.

“Kalau kader Partai Gerindra sudah berperilaku buruk seperti itu, bagaimana bangsa Indonesia bisa menjadi lebih baik,” katanya. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menegaskan, Partai Gerindra akan maju terus untuk berkontribusi dalam membangun bangsa Indonesia sekaligus membesarkan organisasi partai. “Kader yang mau terus bergabung dengan komitmen silakan, kader yang mau tinggal silakan, kader yang mau keluar juga silakan,” katanya.

Prabowo meyakini, selama Partai Gerindra berdiri para kader memiliki rasa tanggung jawab, militansi, serta komitmen yang sudah berkembang pesat. Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta kepada kader untuk tidak menjadikan dirinya sebagai figur sentral di partai, tapi membangun ideologi yang kuat dan manajemen organisasi yang baik dengan tekad membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Kader Partai Gerindra, kata dia, harus berada di jalan yang benar dan harus yakin di jalan yang benar sehingga masyarakat akan memberikan kepercayaan kepada Partai Gerindra. Prabowo mencontohkan, Partai Gerindra menilai perekonomian di Indonesia dikelola dengan sistem neoliberal yang tidak bisa mensejahterakan masyarakat.

“Dari sembilan fraksi di DPR RI, hanya Fraksi Partai Gerindra yang berani secara tegas mengkritik sistem perekonomian neoliberal tersebut,” kata Prabowo.

Jangan Anggap Olahraga Hanya Hiburan

PENCAK SILAT Prabowo: Jangan Anggap Hanya Sekadar Hiburan

Palu (ANTARA News) – Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia Prabowo Subianto mengatakan masyarakat jangan menggangap bahwa olah raga hanya hiburan. “Saya tegaskan bahwa pencak silat, bukalah olah raga hanya sekedar hiburan, tetapi warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia,” katanya di Palu, Jumat.

Ia mengatakan pencak silat lebih dari olah raga. Karena merupakan warisan budaya para leluhur bangsa, maka wajib bagi kita untuk tetap menjaga dan memeliharanya. Setiap daerah di tanah air, termasuk Sulteng perlu terus memasyarakatkan serta mengembangkan olah raga pencak silat di kalangan, terutama di kalangan generasi muda. Menurut dia, bangsa yang besar, dan kuat kalau rakyatnya juga kuat.

Olah raga pencak selain selain membentuk mental, juga karakter. Kalau mental dan karakter rakyat kita kuat dan baik, maka sebesar apapun tantangan dan badai yang dihadapi bangsa Indonesia akan tetap kokoh dan tangguh. “Bangsa kita tidak akan diremehkan oleh bangsa lain,” ujar Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerinda itu. Ia berharap para pengurus IPSI Sulteng untuk mengembangkan terus olah raga tersebut di daerah ini.

Sulteng merupakan salah satu daerah yang telah melahirkan banyak atlet-atlet nasional, termasuk dari cabang pencak silat. Jika pembinaan berjalan dengan baik, niscaya semakin banyak atlet berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional dari Sulteng.

Kahadiran Prabowo di Palu selain melantik pengurus IPSI Sulteng yang baru masa bakti 2011-2015 yang dipimpin Longky Djanggola yang juga adalah Gubernur Sulteng terpilih pada Kamis malam, juga sekaligus akan menyaksikan langsung pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng periode 2011-2016.

HKTI Usul Anggaran Pertanian 10 Persen

Denpasar (Bali Post) -Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan kenaikan anggaran untuk sektor pertanian dari satu persen menjadi 10 persen dalam APBN. “Kami telah mengusulkan kenaikan anggaran pertanian dalam APBN menjadi 10 persen kepada Komisi IV DPR, setelah melakukan dengar pendapat,” kata Ketua Umum DPP HKTI Prabowo Subianto di sela-sela pelantikan pengurus DPD HKTI Bali, Minggu (1/5) kemarin.

Ia mengatakan, usulan itu adalah hal yang akan diperjuangkan secara terus-menerus oleh HKTI agar terjadi peningkatan anggaran. Sebab, kata dia, selama ini meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun dana untuk sektor pertanian hanya satu persen dari APBN.

“Usulan itu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sekaligus memecahkan berbagai permasalahan yang dialami mereka,” katanya. Prabowo berharap usulan kenaikan anggaran itu bisa dipertimbangan dengan baik oleh legislatif.

Peningkatan alokasi dana pertanian tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti mempelajari dan menerapkan teknologi pertanian terbaru dari negara lain yang maju. “Kita bisa belajar dari Cina, yang hanya memiliki tujuh persen lahan untuk pertanian, padahal jumlah penduduknya hampir 25 persen jumlah penduduk dunia,” katanya.

Berkat teknologi yang diterapkan dari lahan yang terbatas itu, Cina mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk 1,4 miliar penduduknya. Sementara itu, Ketua DPD HKTI Provinsi Bali I Nyoman Suparta mengatakan, banyak persoalan pertanian di wilayah Pulau Dewata, salah satunya yang cukup pelik adalah alih fungsi lahan pertanian.

Akibat tindakan tersebut, lahan pertanian di Pulau Dewata semakin menyempit, karena dialihfungsikan menjadi perumahan atau perhotelan. “Kami sudah cukup lama bereaksi tentang alih fungsi lahan dengan melakukan penolakan, namun tidak juga ditanggapi positif oleh pihak terkait,” katanya. (kmb)

Dukung Gedung Baru DPR, Pius Dimarahi Prabowo

Dukung Gedung Baru DPR, Pius Dimarahi Prabowo

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengetahui sikap anak buahnya, Pius Lustrilanang yang mendukung pembangunan gedung baru DPR. Prabowo mencak-mencak dan memarahi Pius.

Kejadian itu terjadi saat Prabowo mengumpulkan seluruh fraksi Gerindra di sebuah restoran di Kebayoran, Jakarta Selatan. “Pak Prabowo bilang, Pius tugasmu di BURT untuk menggagalkan gedung baru, bukan menyetujuinya,” ujar Ketua DPP Gerindra, Martin Hutabarat, saat dihubungi detikcom, Kamis (14/4/2011)

Menurut Martin kejadian itu terjadi pada bulan Agustus 2010 saat Prabowo mengundang buka bersama seluruh fraksi Gerindra.

“Pak Prabowo sangat marah, nadanya tinggi saat mengatakan itu. Kita tahu bapak waktu itu sedang marah,” terangnya.

Martin mengatakan sikap Gerindra terhadap rencana pembangunan gedung baru adalah menolaknya. Hal ini dikarenakan pembangunan gedung baru tidak pro kerakyatan.

“Waktu itu semua diam, Pius juga diam karena bapak sedang marah,” ucapnya.

Sebelumnya, sekretaris FPPP DPR, M Romahurmuzy, yang ikut dalam rapat BURT tentang gedung baru memaparkan siapa-siapa saja yang mendorong pembangunan gedung baru. Salah satu yang paling berperan menggolkan usulan tersebut menurut Romahurmuzy adalah Pius Lustrilanang.

“Yang pertama adalah Pius Lustrilanang, dia yang memberi penjelasan pertama kali. Dia sangat runtut menjelaskan bahwa kalau DPR membatalkan pembangunan gedung baru berarti melanggar UU Parlemen, Tatib, dan sebagainya,” keluh politisi muda PPP yang akrab disapa Romi ini.

Pius Lustrilanang adalah Wakil Ketua BURT DPR sekaligus Ketua Panja pembangunan gedung baru DPR. Posisi Pius mendorong gedung baru DPR tergolong unik, sebab partai Gerindra yang diwakilinya menolak gedung baru DPR. Belakangan, Pius juga terancam dicopot dari posisi strategis ini.

Pius tak sendirian dalam rapat tersebut. Romi mamaparkan, Ketua BURT yang juga Ketua DPR Marzuki Alie juga kian mendorong kelanjutan pembangunan gedung baru. Marzuki hanya memberikan opsi setuju atau menolak gedung baru, tanpa menghiraukan keinginan sejumlah fraksi untuk menunda pembangunan gedung baru DPR.