Posts

Survei Capres: Prabowo Ungguli Megawati


Nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat dukungan tertinggi sebagai calon presiden di Pemilu 2014. Hal ini terungkap dalam survei Soegeng Sarjadi Syndicate. Prabowo mendapat dukungan 25,8 persen dari 2.192 responden. Responden berasal dari 163 kabupaten/kota di 33 provinsi.

Jumlah dukungan ini lebih tinggi dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri. Mantan Presiden RI itu mendapat dukungan 22,4 persen. “Survei ini memperlihatkan kontestasi yang terkuat terjadi antara Prabowo dan Megawati, berbeda dengan figur-figur yang lain,” ujar Koordinator Soegeng Sarjadi Syndicate, Muhammad Dahlan, dalam peluncuran hasil Survei Pemetaan Capres 2014 di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).

Pemilihan capres ini didasarkan pada beberapa faktor, yaitu sikap tegas capres 22,1 persen, pro-rakyat 14,1 persen, kemampuan memimpin 13,6 persen, dan cerdas 12,2 persen.

Dalam survei ini, ada nama lain yang mendapat dukungan publik cukup banyak, yaitu Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden RI itu mendapat dukungan 14,9 persen. Di bawah nama Kalla, ada Aburizal Bakrie dengan dukungan 10,6 persen, Surya Paloh 5,2 persen, Wiranto 4,5 persen, dan Sultan Hamengku Bowono X sebesar 3,7 persen.

Sejumlah nama baru, dalam survei itu, ikut mendapat dukungan. Di antaranya Sri Mulyani dengan dukungan 2,1 persen, Hidayat Nurwahid 1,8 persen, Ani Yudhoyono 1,8 persen, Akbar Tandjung 1,3 persen, dan Djoko Suyanto 1 persen. “Paling rendah dukungan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, yaitu 0,9 persen,” sambung Dahlan.

Meski Prabowo mendapat dukungan tertinggi, kata Dahlan, tidak semua responden akan memilih Partai Gerindra. Survei ini menunjukkan responden yang memilih Gerindra hanya 11,7 persen. Kebanyakan responden memilih Partai Golkar sebanyak 23,5 persen, PDI-P 19,1 persen, Partai Demokrat 11,9 persen, dan PKS 6,4 persen.

“Survei ini menunjukkan masyarakat belum secara penuh paham adanya korelasi antara memilih partai dan capresnya. Terlihat, meski Prabowo dapat dukungan tinggi, partainya tidak banyak yang memilih,” tandas Dahlan.

Survei ini sendiri dilakukan terhadap responden dengan latar belakang pekerjaan petani/buruh tani sebesar 28 persen, nelayan 1,8 persen, karyawan swasta 11,2 persen, wiraswasta-pedagang 15,7 persen, tenaga profesional 1,5 persen, pengajar 2,7 persen, buruh pabrik dan bangunan 4,2 persen, PNS 3,2 persen, BUMN dan BUMD 0,5 persen, dan ibu rumah tangga 18,4 persen. Sisanya, pelajar dan mahasiswa, 7,3 persen, dan tidak bekerja sebanyak 4,5 persen.

Gerindra Sudah Resmikan Prabowo Capres

Gerindra Sudah Resmikan Prabowo Capres

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan partainya secara resmi telah mencalonkan dia sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2014 mendatang. Kini partainya sedang menimbang calon wakil presiden yang layak mendampinginya.

“Oleh partai, sebetulnya saya sudah resmi dicalonkan menjadi presiden,” kata Prawobo di Solo, Sabtu, 14 April 2012.

Prabowo mengatakan partainya hingga kini masih melihat perkembangan ke depan dalam menentukan pasangannya itu. Walau masih tahap pencarian, Prabowo mensyaratkan calon pendampingnya haruslah putra terbaik di negeri ini. “Kita lihat nanti siapa pasangannya,” kata dia.

Terkait pencalonan dirinya, mantan Danjen Kopassus yang pernah terlibat kasus penculikan aktivis ini menyatakan kesiapannya maju sebagai calon orang nomor satu di Republik.

Namun, Prabowo memberi catatan, pencalonannya itu bisa jalan jika dia mendapat dukungan yang kuat dari rakyat. “Kami akan terus menerus berkonsolidasi dan memantau. Pada saat rakyat benar-benar memberikan dukungan yang berarti, tentunya saya siap mengabdi,” katanya.

Sebelumnya, Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) merilis 12 nama kandidat calon presiden 2014. Survei ini dilakukan pada 16-24 Januari 2012 dengan melibatkan 2.117 responden yang dipilih melalui random sampling, mulai tingkat kabupaten sampai dengan rumah tangga dan individu di 23 provinsi.

Mereka adalah Megawati, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Hamengkubuwono X, Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa, Hidayat Nurwahid, Mahfud MD, Wiranto, Dahlan Iskan, dan Anas Urbaningrum.

Sementara itu, nama Puan Maharani, Soekarwo, Pramono Edhie, Anies Baswedan, Sri Mulyani, Surya Paloh, dan Djoko Suyanto hanya mendapat dukungan di bawah 2 persen.

Prabowo Dianggap Lebih Unggul dari 10 Calon Lain

Prabowo Dianggap Lebih Unggul dari 10 Calon Lain

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis jika pemilihan presiden dilakukan sekarang, calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto berpotensi menang. “Prabowo punya kemampuan menarik pemilih dibanding calon lain,” ujar Peneliti Utama LSI, Syaiful Mujani, dalam penjelasannya kepada wartawan Kamis, 23 Februari 2012.

Menurut Syaiful, dari beberapa aspek Prabowo lebih unggul dibanding calon lain. Prabowo dinilai pemilih memiliki kualitas personal. Misalnya, dianggap lebih taat beragama, bisa dipercaya, tegas, perhatian pada rakyat, dan pintar. “Ini dasar psikologis massa untuk cenderung memilih Prabowo,” ujar Syaiful.

Dari survei yang dilakukan pada 1-12 Februari 2012 lalu, dari 2.050 responden di 33 provinsi, LSI menjaring 10 nama calon presiden. Nama ini terseleksi dari 24 nama hasil pilihan LSI dan responden. Sepuluh nama itu adalah Aburizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Dahlan Iskan, Djoko Suyanto, Hatta Rajasa, Mahfud MD, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani Indrawati, dan Wiranto.

Sepuluh nama ini merupakan nama yang sudah digadang-gadang partai politik dan kelompok masyarakat untuk maju sebagai calon presiden. “Nama-nama itu juga dinilai telah mulai melakukan sosialisasi untuk maju jadi presiden.”

Sedangkan nama lain yang dijagokan seperti Jusuf Kalla, menurut Syaiful, belum dimasukkan dalam daftar sepuluh nama. Alasannya, Kalla belum secara resmi menyatakan diri siap menjadi calon presiden. Ditambah Kalla belum memiliki kendaraan partai untuk maju. Kalaupun PPP belakangan menyatakan Kalla jadi alternatif, tapi belum cukup kuat untuk memasukkan dalam calon presiden. “Mungkin dalam penelitian lanjutan kami akan lihat elektabilitas Kalla dibanding calon lain,” ujar Syaiful.

Dari sepuluh nama itu, suara tertinggi diperoleh Megawati dengan 22,2 persen suara, Prabowo Subianto 16,8 persen, Aburizal Bakrie, 10,9 persen, Wiranto 10,9 persen, dan Hatta Rajasa 5,4 persen. Sedangkan lima nama lainnya belum mendapat suara kecil dari lima persen. Dari sepuluh nama ini, belum ada satu pun calon yang mendapat suara lebih dari 50 persen dan tersebar di 17 provinsi, sehingga pilpres akan digelar dalam dua putaran.

LSI menilai dalam pemilu dua putaran ini suara Prabowo akan meninggalkan pesaing lain seperti Megawati dan Aburizal. Tren suara Megawati selama satu tahun dinilai terus merosot dibandingkan suara Prabowo. Pada Februari 2010 suara Mega mencapai 9 persen dan turun menjadi 6 persen pada Februari 2012. Sedangkan Prabowo pada Februari 2010 meraup kurang dari 4 persen suara sedang pada Februari 2012 menjadi lima persen.

Prabowo juga dinilai relatif lebih siap menjadi presiden karena telah menyatakan diri secara resmi maju sebagai calon presiden pada 2014. Sedangkan calon dari Golkar, Aburizal, yang sudah mendeklarasikan diri belum bisa menyaingi suara Prabowo. Aburizal masih di bawah calon presiden dari Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa.

Militer (masih) Ramaikan 2014

INILAH.COM, Jakarta – Suksesi Pilpres 2014 kini mulai menghangat. Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Gerindra, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, mengatakan siap menjadi RI 1.

“Secara pribadi, kalau masih dipercaya rakyat dan partai menanggap saya mampu, saya siap,” tegas Prabowo ketika itu. Jika Prabowo sudah mengatakan kesiapannya, maka bisa dipastikan partai belambang Garuda ini tidak akan segan-segan dalam mengusung Prabowo sebagai RI 1 untuk 2014.

Apalagi, jika survei Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) menempatkan Prabowo pada pilihan pertama. “Pertama Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Akbar Tandjung, Surya Paloh, Hidayat Nur Wahid, Anas Urbaningrum, serta Ani Yudhoyono,” Ujar Husin Yazid, Direktur Eksekutif Puskaptis.

Kehadiran Prabowo yang dianggap bisa menggantikan figur SBY yang lamban, memunculkan isu bahwa militer masih meramaikan pilpres 2014 kelak. Beberapa nama yang kemungkinan akan bersaing terutama dari militer adalah Wiranto. Apalagi, pasca terpilih kembali secara aklamasi pada Munas I Hanura Februari silam. Otomatis, dukungan untuk menjadi RI 1 pun sudah berada digenggaman. [ast]

Harga Kuda Prabowo Rp 3 Miliar

Harga Kuda Prabowo Rp 3 Miliar

JAKARTA, SRIPO — Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto mendaftarkan binatang peliharaan berjumlah 84 ekor kuda, yang membuat dia Cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,7 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan binatang peliharaan sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah. Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar, atau Mercedes-Benz terbaru, seri E300 sekitar Rp 1,3 miliar.

Sedangkan tiga kuda milik Prabowo mencapai harga Rp 3 miliar per ekor.
“Kuda itu harganya Rp 3 miliar per ekor. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda semahal itu. Bahkan, mungkin termahal di Asia,” ungkap Emon, karyawan Nusantara Polo Club saat ditemui Persda Network di Jagorawi Golf and Country Club (JGCC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5) petang.

Hari Rabu (20/5), tim KPK akan mendatangi kediaman tiga cawapres untuk mengklarifikasi kekayaannya. Ketiga cawapres ini adalah Prabowo Subianto, Wiranto dan Boediono. Khusus untuk Prabowo, karena dalam laporan kekayaannya mencantumkan kepemilikan kuda sebanyak 84 ekor, tim KPK juga akan bergerak mengecek kuda-kuda tersebut di peternakan Prabowo yang terletak di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor.

Kuda-kuda piaraan Prawobo sebagian besar ditempatkan di Nusantara Polo Club JGCC, Jalan Karanggan Raya, Cibinong, Jawa Barat. Kuda-kuda tersebut terdiri atas tiga jenis yaitu Poni, Polo, dan Equestrian.
Selain itu, Prabowo menyimpan tiga jenis kuda istimewa di kawasan vilanya di Bukit Hambalan, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat. Mengapa istimewa? Kuda itu adalah jenis unggulan yang disebut Lusiano.

Emon menjelaskan kuda Lusiano juga termasuk kuda kategori Equestrian. Binatang ini adalah binatang yang memiliki kemampuan akrobatik. Tidak hanya mampu seperti kuda pacuan yang dipakai berlomba dan menjadi alat bantu atlet yang berlari dan melompati halang rintang, seekor Lusiano bisa menunjukkan sikap sopan. Kuda jenis ini sering dipakai di arena sirkus.

“Dia bisa melakukan gaya hormat seekor kuda, duduk, dan gerakan akrobatik lainnya. Memerintahnya tidak sulit seperti jenis kuda lain,” kata Emon, pegawai bagian kemanan tersebut.

Untuk Lusiano, lanjut Emon, Prabowo memiliki sebuah kandang khusus yang dibuat di dekat villa di Bukit Hambalan. Ada juga tempat latihan yang berbentuk seperti auditorium. Lantai tempat latihan tersebut berupa pasir, sehingga lembut.
“Waktu beberapa hari sebelum Pemilu kemarin, Bapak (Prabowo) sempat memperlihatkan kebolehannya menunggang Lusiano dan ditayangkan salah satu televisi. Untuk kuda jenis ini memang biasanya ditunggangi di dalam ruang tertutup. Makanya ada tempat khusus. Kandangnya juga khusus,” papar Emon.
Selain ditunggang sendiri, kuda-kuda peliharaan Prabowo juga dapat menghasilkan uang. Hewan-hewan itu disewakan kepada orang umum yang ingin kursus menunggang kuda. Seorang wanita pegawai JGCC mengatakan, JGCC menyediakan jadwal latihan pagi dan sore, saban hari. Jam latihan pagi pukul 08.00 sampai 10.00, dan sore pukul 15.00 – 17.00.

Orang umum dapat menjadi member untuk latihan menunggang kuda. “Biaya sewa kuda dan pelatih Rp 500 ribu untuk durasi 45 menit,” kata pegawai, seorang perempuan. Yang dapat berlatih minimum usia 6 tahun.
Sebagai pembanding, di kawasan Sentul memang ada bebarapa arena latihan menunggang kuda. Selain milik Prabowo, juga ada Jakarta Perkumpulan Equestrian Centre (JPEC).
“Dulu Pak Prabowo dan adiknya Pak Hasyim juga sering memacu kuda di sini,” kata seorang resepsionis melalui telepon.

Emon mengatakan Prabowo sendiri diketahuinya sebagai seorang penyayang binatang. Tidak hanya kuda, ada juga beberapa binatang peliharaan lain yang berada di kawasan vila di Bukit Hambalang. Kambing, sapi, dan beberapa hewan ternak lainnya ada di kawasan vila yang menjadi tempat inggal Prabowo di saat tidak memiliki kegiatan cukup padat.

Sesekali Prabowo datang ke Nusantara Polo Club untuk menyalurkan hobinya berkuda. Seingat Emon, Prabowo setidaknya datang sebanyak empat kali dalam seminggu.

“Di sini (Nusantara Polo Club), Bapak ada dua kuda yang selalu ditungganginya. Kuda itu jenis Polo. Sambil berkuda, Bapak juga mukul bola polo. Setelah berkuda, ya Bapak pulang,” imbuh Emon. (Persda Network/amb/mun/rie)