Tolak Gedung DPR Baru Prabowo Sudah Tegur Pius

Dalam acara rapat kerja nasional Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra, kembali mengulang pernyataannya secara tegas, menolak pembangunan gedung DPR yang baru.

Bahkan, Prabowo mempersilakan kepada kadernya untuk hengkang bila setuju dengan rencana pembangunan gedung DPR yang baru itu.

“Sikap Gerindra tegas menolak rencana pembangunan gedung baru DPR. Sudah lima kali Pak Prabowo menyatakan penolakannya. Dan bagi kami, itu bukan sesuatu yang urgent (penting). Dananya bisa dipakai untuk yang lebih bermanfaat bagi rakyat,” ujar orang dekat Prabowo, Fadli Zon kepada Tribun di sela-sela acara Rakernas Gerindra di Hotel Redtop, Jumat (14/01/2011) malam kemarin.

Selain belum perlu, Prabowo, kata Fadli, kemudian mengingatkan bahwa pemerintah sampai saat ini masih mempertimbangkan pemindahan ibukota. Gerindra kemudian mempertanyakan notulensi saat rapat pembangunan gedung DPR yang baru, apakah memang betul adanya Gerindra mendukung.

“Notulen Fraksi Gerindra kita pertanyakan. Apakah kami memang setuju. Kalau betul kita akan tegur anggota kami yang memberikan dukungan rencana itu. Saudara Pius (Ketua BURT DPR), sudah ditegur dan diminta untuk tidak mengeluarkan pernyataan mendukung gedung baru DPR,” Fadli menegaskan.

“Pak Prabowo dalam rakernas juga menegaskan, kepada siapapun kader Gerindra di DPR, termasuk saudara Pius, yang mendukung pembangunan gedung baru, dipersilakan keluar dari partai. Kita ambil tindakan keras,” katanya.

Prabowo, kata Fadli, membantah bila dikatakan sikap Gerindra yang menolak gedung baru DPR, hanya sekedar mencari popularitas semata. Akan tetapi, sikap resmi ini didasari atas kondisi masyarakat yang berani dipastikan tak akan setuju dengan gedung baru untuk wakil rakyat itu.

“Kalau tidak percaya silahkan disurvey ke masyarakat, apakah memang rakyat setuju DPR punya gedung baru. Kami juga meminta kepada Ketua DPR Pak Marzuki Alie yang mengatakan, satu fraksi saja tidak setuju, maka pembangunan gedung batal,” ujar Fadli yang tak lain Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

Sikap ngotot pimpinan DPR soal pembangunan gedung baru DPR ini, imbuh Fadli sangat mencurigakan.
“Kalau memang bilang satu fraksi menolak pembangunan batal, ya dibatalkan saja. Kan, pembangunannya juga belum dilaksanakan sampai sekarang,” tandasnya.