Posted
on Friday, December 11th, 2009 and is filed under Berita.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Prabowo Subianto mengeluhkan penurunan omzet pedagang pasar tradisional ke anggota dewan.
Dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian DPR RI, Selasa malam, 17 November 2009, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ini mengaku omzet mereka turun rata-rata 35 persen dari tahun ke tahun.
“Pasar tradisional selalu diidentikkan dengan kumuh, sehingga omzet mereka turun 35 persen dari tahun ke tahun,” kata Prabowo.
Dengan adanya penurunan omzet tersebut, Prabowo mensinyalir, di Jakarta saja, terdapat delapan pasar tradisional hampir punah yakni Pasar Blora, Pasar Cipinang Baru, Pasar Kramat Jaya, Pasar Cilincing, Pasar Prumpang Tengah, Pasar Sinar Utara, Pasar Muncang, dan Pasar Karet Pedurenan.
Matinya pasar tradisional, kata dia, salah satunya akibat ekspansi pasar modern yang semakin menggerus pasar tradisional dan kurang profesionalnya pemerintah mengelola pasar tradisional.
Mantan calon kandidat wakil presiden pada Pemilu putaran lalu ini menilai, jika ada pemimpin politik yang berpihak pada pedagang kecil, hal itu tidak akan terjadi.
Dia mencontohkan, kesuksesan Walikota Solo yang berhasil memindahkan pasar yang semula berantakan ke tempat yang bersih, aman, dan sehat, sehingga menaikkan PAD dan memuaskan pedagang kecil.
Contoh lain, Prabowo menambahkan, keberhasilan pasar tradisional Bumi Serpong Damai yang dikembangkan pengembang real estatenya.
Selain itu, di Lampung, juga sedang difinalisasi pasar hasil kerja sama APPSI dengan pemerintah daerah setempat dan PT KAI. Pasar yang diperbaharui itu akan menggunakan tanah PT KAI untuk menampung pedagang agar bisa mendapatkan tempat yang lebih layak.
“Sudah dua tahun ini kami berusaha revitalisasi pasar, tinggal finishing touch saja. Kami sudah berhasil menghimpun dana Rp 12 miliar dari pedagang, tapi masih membutuhkan tambahan dana Rp 11 miliar dan sedang lobi Bank BNI. Apalagi kalau Komisi VI mau bantu, atau Partai Demokrat mau bantu, kami akan sangat berterimakasih,” kata Prabowo.